
Kitab ini merupakan manuskrip yang tulis pada buku catatan. Buah karya dari Raja Haji Ahmad. Keterangan perihal penulisnya barada di bagian akhir kitab, namun di sana tertulis lebih lengkap yaitu Raja Haji Ahmad Tabib, yang telah menjadi tabib sultan selama 20 tahun. Namanya sudah banyak dikenal orang dan saat ini ditabalkan pada nama rumah sakit daerah provinsi Kepulauan Riau. Menurut keterangan di dalamnya, kitab ini ditulis di Pulau Penyengat.
Secara fisik, manuskrip ini dalam kondisi yang baik dan tulisan juga masih cukup jelas untuk dibaca. Tintanya berwana biru dan, dugaan sementara, menggunakan pena seperti pulpen di era sekarang. Koleksi ini dimiliki Balai Maklumat di bawah Yayasan Kebudayaan Indera Sakti Pulau Penyengat. Sedangkan naskah digital dapati diakses melalui laman British Library pada tautan berikut https://eap.bl.uk/archive-file/EAP153-13-31#. Total halaman pada naskah ini sebanyak 65 halaman, termasuk sampul dan beberapa lembar yang kosong di bagian akhir.
Baca juga:
Tadarus “Kitab Dua Puluh” Karya Tengku Abu Bakar (Bagaian 1)
Tidak ada judul yang diberikan bagian muka buku ini. Halaman depannya merupakan sampul buku yang memperlihatkan abjad huruf latin. Keterangan judul yang disematkan oleh British Library adalah “Syair Nasihat Pengajaran Diri”, sedangkan penulis dalam artikel ini memilih menggunakan sesuai dengan yang terdapat di dalam naskah, yakni pada bagian akhir di baris keempat, “Nasihat Pengajaran Memelihara Diri”.
Tulisan di dalamnya disampaikan dalam bentuk syair, salah satu yang khas dalam tradisi sastra melayu. Banyak penulis di Riau Lingga menuliskan syair, baik untuk catatan perjalanan, tunjuk ajar, nasihat ataupun lainnya. Bahkan ada yang mengombinasikan antara tulisan yang bersifat naratif dan syari sekaligus. Dalam kitab ini, Raja Haji Ahmad Tabib memberikan jeda untuk setiap dua baris syair yang dibuatkan.
Yang menarik dari naskah ini ialah cara menyampaikan untaian nasihat dan pengajaran itu dengan bahasa yang penuh kiasan dan menggunakan kosa kata atau diksi yang baik. Pada bagian awal tulisan, nasihat pengajaran itu dikiaskan dengan barang-barang mulai, seperti intan, mutiara, permata dan juga pakaian. Berikut ini daftar istilah yang digunakan setiap perpindahan tema nasihat pengajaran.
- Nasihat intan terpilih
- Nasihat mutiara
- Nasihan permata yaqut
- Nasihat permata delima
- Nasihat permata zamrud
- Nasihat permata nilam
- Nasihat permata baiduri
- Nasihat akik permata
- Nasihat cemerlang
- Nasihat kerjaan yang Indah
- Nasihat kelambu sutra
- Nasihat kain berantai
- Nasihat baju bertabur
- Nasihat saluar berindah
- Nasihat berkasut
- Nasihat bersongkok berkain
- Nasihat dukuh berukir
- Nasihat cincin permata
- nasihat gelar berawan
- Nasihat kerenceng di kaki
Secara keseluruhan, Raja Haji Ahmad menuliskan 20 bagian dari syair nasihat pengajarannya. Bagian pertama dan kedua puluh dituliskan lebih panjang daripada bagian lain. Sedangkan bagian yang lain dituliskan berbeda, ada yang terdiri dari enam bait syair dan ada yang lebih. Setiap perpindahan selalu dimulai dengan “nasihat yang ke….” dan di tepinya juga dibubuhi nomor.
Bagian awal dari 20 nasihat membahas tentang pentingnya ilmu bagian setiap orang. Sepertinya, dalam pandangan Raja Haji Ahmad, ilmu ini akan membentuk karakter, adab, akhlak, dan budi pekerti bagi setiap manusia. Karna itu, ia sangat menganjurkan setiap orang untuk banyak belajar, khususnya kepada ulama, serta pula mengambil tunjuk ajar dari kehidupan.
Di bagian nasihat keempat, Raja Haji Ahmad Tabib juga menuliskan perihal pentingnya mempelajari ilmu agama serta menjauhi segala larangnya. Beberapa bagian selanjutnya berkaitan dengan nasihat-nasihat yang selalu dikaitkan dengan keilmuan dan ajaran agama.
Sedangkan dibagian ke-20, bagian lebih banyak membahas tentang penyakit yang berkaitan dengan penyakit hati dan perilaku yang mengandung maksiat. Petuah dan tunjuk ajar di dalamnya juga ditulis dengan baik. Berikut petikan syair yang terdapat di halamam 14 berdasarkan dokumen digital yang telah dipublikasikan:
Karena itu saya ingatkan # di bawah ini saya nyatakan
Nama maksiat yang membinasakah # Bacalah syair tuan fikirkan
Puncak maksiat di jasad kita # di sebabkan malas lalai beserta
Inilah perangai membinasakah kita # Dunia akhirat berduka cita
Malas menuntu sembahyang mengaji # Tambahan dusta pemungkir janji
Mabuk minuman arak berendi # Inilah perangai teramat keji
Judi dan marah zina bersama # Malas berlajar hukum ugama
Benci di hati kepada ulama # Pengajaran yang baik tidak diterima
Nasihat kedua puluh ini cukup panjang di bandingkan dengan bagian lainnya. Di bagian akhri nasihat ke-20 ini juga terdapat nasihat dan pengajaran yang berkaitan pekerjaan ataupun perbuatan sehari-hari, yakni dimulai pada halaman 19 hingga 22. Setiap kali pembahasan di bagian ini, selalu dikaitkan dengan akal pikiran dan perbuatan. Sepertinya, Raja Haji Ahmad mengajar pembacanya untuk mempertimbangkan setiap perbuatan yang dilakukan agar selaras dengan ajaran agama dan tunjuk ajar Melayu.
Bagian selanjutnya akan diulas pada bagian kedua dari serial tulisan tadarus ini karena ada perbedaan pola dalam penulisan dibandingkan dengan bagian awal yang terdiri 20 tema nasihat ini. Tentu saja, isinya juga tidak kalah menarik dan bahkan berhubungan langsung dalam praktik kehidupan sehari ini.[]
Abd. Rahman Mawazi
Dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Awarde LPDP di Universitas Brawijaya




