
KUTIPAN – Pertemuan silaturahmi antara Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersama wali siswa kelas 9 SMP Negeri 6 Tanjungpinang menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pendidikan antara sekolah dan orang tua.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (8/5/2026) itu dihadiri para orang tua siswa, guru, kepala sekolah, hingga Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.
Dalam kesempatan tersebut, Lis Darmansyah mengajak seluruh orang tua dan wali siswa untuk membangun komitmen bersama dengan para guru dalam menciptakan generasi emas yang berkualitas, baik secara akademik, karakter maupun spiritual.
“Strategi kolaborasi guru dan orang tua untuk keberhasilan belajar siswa bukan sekadar slogan pendidikan. Ini adalah kebutuhan nyata dalam dunia pendidikan modern. Anak tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga di rumah. Jika keduanya berjalan searah, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” ucap Lis Darmansyah.
Menurut Lis, guru memiliki peran penting sebagai fasilitator pembelajaran di lingkungan sekolah melalui pengelolaan kelas, penyusunan kurikulum hingga membimbing siswa memahami materi pelajaran.
Namun demikian, waktu anak di sekolah sangat terbatas sehingga dukungan orang tua di rumah menjadi faktor utama dalam keberhasilan pendidikan anak.
“Pendidikan orang tua adalah pendidik pertama dan utama. Di rumah, anak belajar nilai, disiplin, dan kebiasaan mengaji bagi yang muslim. Ketika orang tua menunjukkan perhatian terhadap tugas sekolah, belajar mengaji setiap hari, maka anak akan merasa bahwa pendidikan di sekolah dan spiritual itu penting karena mendapat perhatian lebih dari orang tuanya,” jelas Lis.
Ia menegaskan, kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua mampu menciptakan lingkungan belajar yang konsisten, nyaman dan suportif bagi peserta didik.
Selain berdampak pada prestasi akademik, sinergi tersebut juga dinilai penting dalam pembentukan karakter serta pembinaan spiritual anak.
Lis Darmansyah juga menyoroti pentingnya komunikasi aktif antara pihak sekolah dan orang tua untuk mendeteksi persoalan siswa sejak dini.
“Ketika komunikasi berjalan baik, masalah dapat dideteksi lebih awal. Misalnya, jika nilai anak menurun, sering cabut sekolah, maka guru dapat memberi informasi kepada orang tua untuk mencari solusi bersama,” pesannya.
Di penghujung kegiatan, suasana berlangsung hangat melalui sesi interaksi dan diskusi antara orang tua siswa bersama Wali Kota Tanjungpinang, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala SMPN 6 Tanjungpinang.
Diskusi tersebut membahas berbagai solusi dan kesepakatan bersama dalam menangani peserta didik, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun di rumah.***
Laporan: Toni Editor: Fikri




