Alang Tiga Menyimpan Potensi Wisata Bahari Perlu Perhatian Pemerintah Daerah

  • Bagikan
Foto alang tiga, Lingga, posek
bangunan rumah dinas di sekitarnya masih asli buatan Belanda dan dalam perawatan

KUTIPAN.CO – Pulau Alang Tiga, Desa Posek, Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, tempat berdirinya Menara Suar Muci untuk memberi panduan bagi kapal-kapal yang melintasi di laut tersebut, daerah tersebut juga menyimpan objek wisata bahari yang sangat menarik, dengan keberadaan pulau-pulau dan bebatuan yang memanjakan mata saat dilihat.

Camat Kepulauan Posek, Sutarman menyampaikan, Menara Suar Muci ini dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1862, yang sudah berumur lebih kurang 158 tahun dan masih aktif hingga saat ini, dan di pulau Alang Tiga ini juga merupakan sebuah tempat yang menyimpan objek wisata bahari yang sangat menarik jika dapat dikembangkan.

alang tiga
Camat Posek dan penjaga Mercu Suar Muci di Pulau Alang Tiga

“Diharapkan Pemerintah daerah melalui OPD terkait, dapat memberikan perhatian pada objek wisata bahari di Pulau Alang Tiga ini, untuk dapat dikembangkan menjadi wisata baru di Kabupaten Lingga, dan khusus nya di Kecamatan Kepulauan Posek,” kata Sutarman kepada media ini, Senin (7/12/2020).

Alang Tiga
di pulau Alang Tiga ini juga merupakan sebuah tempat yang menyimpan objek wisata bahari

Sementara itu, pegawai penjaga Mercu Suar Muci di Pulau Alang Tiga, Mardani mengatakan, kalau menara dan bangunan rumah dinas di sekitarnya masih asli buatan Belanda dan dalam perawatannya, petugas hanya mengecat ulang dan membersihkan lokasi bangunan tersebut, jika nantinya ada pengunjung yang datang diharapkan untuk tidak naik ke atas bangunan menara, karena khawatir dengan keadaan bangunan yang sudah berumur seratus tahun lebih tersebut.

Alang Tiga
Camat Kepulauan Posek, Sutarman

“Rencananya akan dilakukan perawatan, agar bangunan tetap berdiri dengan kokoh, tanpa menghilangkan nilai asli dari bangunan itu sendiri,” paparnya.

Untuk diketahui, laut dibagian depan Pulau Alang Tiga, merupakan alur perlitasan nasional yang dilewati hilir mudik setiap hari kapal-kapal tengker besar di perairan tersebut, sementara dibagian belakang pulau atau dibagian sebelah dalamnya, adalah daerah tangkap nelayan tradisional sejak turun-menurun yang setiap hari melakukan aktifitas memancing, menjaring dan lainnya disitu.


Penulis : Pandi
Editor : Fikri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan