
KUTIPAN – Sebanyak 107 anak dari TK Negeri Pembina Singkep mengikuti kegiatan manasik haji yang digelar di halaman Masjid Az-Zulfa, Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan rukun Islam kelima sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tampak mengenakan pakaian ihram dan mempraktikkan berbagai rangkaian ibadah haji seperti tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i, wukuf, hingga melempar jumrah menggunakan batu kerikil. Mereka juga melakukan tahallul dengan simbol memotong rambut.
Kepala TK Negeri Pembina Singkep, Sumarni, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak sejak dini.
“Anak-anak, hari ini akan belajar tentang manasik haji. Untuk mengenal dan mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat haji, seperti tawaf, sa’i, dan wukuf, juga belajar tentang arti kesabaran, ketulusan, dan kebersamaan,” ujar Sumarni.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal spiritual bagi anak-anak ke depan.
“Semoga kita semua bisa menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan suatu hari nanti kita semua yang hadir pada hari ini termasuk anak-anak dapat melaksanakan ibadah haji ke Baitullah di Mekah. Aamiin,” tambahnya.
Camat Singkep, Agustiar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kegiatan ini sangat positif dalam membentuk karakter generasi muda.

“Ini merupakan generasi penerus yang sejak dini dibekali dan dibentengi dengan akhlak serta sifat yang mulia, salah satunya melalui manasik haji,” kata Agustiar.
Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan program rutin tahunan yang terus dipertahankan oleh pihak sekolah.
“Terima kasih kepada kepala sekolah dan guru-guru TK Pembina. Kegiatan ini sangat positif karena memberikan dampak pembinaan kepada anak-anak,” ujarnya.
Agustiar juga mengaku terkesan melihat antusiasme peserta didik.
“Selamat kepada anak-anak untuk mengikuti latihan manasik haji ini. Walaupun polanya pola anak-anak, tapi sangat berkesan bagi kita yang menyaksikan,” tambahnya.
Sementara itu, Ustad Mulyadi selaku pembimbing kegiatan menjelaskan bahwa pelaksanaan manasik dibuat sederhana agar anak-anak tetap merasa senang.
“Kegiatan manasik haji kecil ini tidak seperti pelaksanaan yang sesungguhnya. Dibuat agar anak-anak senang, bahagia, dan tidak penat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan dibagi menjadi dua kloter agar tidak membuat anak-anak menunggu terlalu lama.
“Jadi dua kloter ini nanti, pelepasan langsung masuk kemudian tawaf, salat sunat tawaf, lalu sa’i, melempar batu, tahallul, dan terakhir wukuf,” tutupnya.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap tahapan manasik dengan tertib. Suasana pun penuh semangat dan keceriaan, sekaligus menjadi momen edukasi religi yang menyenangkan.
Laporan: Dito Editor: Fikri




