
KUTIPAN – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, hari ini genap berusia enam bulan. Di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif, koperasi yang didirikan sebagai bagian dari Program Strategis Nasional ini menunjukkan ketangguhannya dengan tetap fokus melayani kebutuhan dasar warga melalui unit usaha sembako.
Ketua Bidang Usaha Koperasi Kelurahan Merah Putih, Endra Purnama, menjelaskan bahwa pemilihan komoditas sembako sebagai tulang punggung usaha didasari oleh kebutuhan harian masyarakat yang mendesak. Ia menyoroti perbedaan stabilitas harga antara koperasi dan pasar bebas.
“Harga di warung biasa sering naik-turun mengikuti pasar. Di koperasi, kami berupaya memberikan harga yang lebih stabil bagi anggota,” ujar Endra, Jumat (17/4/2026).
Endra mengatakan, perkembangan stok barang sejak pertama operasional telah mengalami peningkatan untuk barang kebutuhan masyarakat. Awalnya stok hanya terbatas pada beras, gula, dan minyak goreng. Kini, berkat kepercayaan anggota yang rajin berbelanja di koperasinya sendiri, variasi barang telah bertambah mencakup telur, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Tak hanya menjual barang fisik, KMP Sungai Lumpur juga mulai merambah layanan jasa keuangan mikro. Dimana sekarang kami sudah menyediakan layanan top-up pembayaran listrik, air, hingga transfer uang dalam skala kecil untuk memudahkan transaksi warga,” terangnya.
Ketua Bidang Keanggotaan, Agusti Randa mengaku, meski menunjukkan progres positif, tantangan nyata masih menghadang. Bahwa modal dan membangun kepercayaan warga menjadi hambatan terbesar saat ini dan perputaran modal menjadi sangat sensitif.
“Kami menerapkan limit belanja yang disesuaikan dengan simpanan wajib anggota. Strategi ini dipilih agar perputaran barang tetap berjalan, Kendala utamanya adalah kami belum mendapatkan akses suplai barang dengan harga tingkat agen, sehingga cukup sulit bersaing secara harga dengan pasar tradisional,” ungkap Agusti.
Apresiasi datang dari Pemerintah Kelurahan setempat. Lurah Sungai Lumpur, Raja Roni Wahyudin, menilai keberadaan koperasi ini sangat vital dalam menjaga stabilitas harga sembako di tingkat akar rumput.
“Ke depan, Koperasi Kelurahan Merah Putih menargetkan dapat bersinergi dengan program strategis nasional, khususnya dalam mendukung pembangunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Singkep. Ini bisa menjadi peluang besar bagi pengembangan usaha koperasi,” kata Raja Roni.
Lurah Sungai Lumpur juga menyampaikan harapan agar sektor perbankan dapat turun tangan. Melalui suntikan modal yang tepat, sehingga KMP mampu bertahan dan bersaing dengan harga yang terjangkau.
“Kami berharap ada pihak perbankan yang bersedia memberikan bantuan permodalan. Dengan suntikan modal yang tepat, KMP Sungai Lumpur akan mampu bertahan, bersaing, dan konsisten memberikan kestabilan harga bagi warga di wilayah kerjanya,” pungkasnya.
Di tengah target nasional pembentukan puluhan ribu koperasi desa pada tahun 2026, kisah ketahanan KMP Sungai Lumpur menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi kerakyatan berusaha tumbuh meski dengan sumber daya yang minim, demi kemandirian bersama.
Laporan: Dito Editor: Fikri




