
KUTIPAN – Nelayan di wilayah Kecamatan Serasan dan Serasan Timur mengaku masih menghadapi kendala dalam memperoleh BBM subsidi jenis bio solar. Selain kuota yang dianggap terbatas, pelayanan di SPBUN setempat juga dinilai belum berjalan maksimal.
Salah seorang nelayan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan pada 5 Mei 2026 bahwa para nelayan kerap kesulitan mendapatkan jatah BBM subsidi. Menurutnya, distribusi BBM hanya dilakukan dalam rentang waktu tertentu sehingga banyak nelayan tidak kebagian.
“Kalau terlambat mengambil, biasanya stok sudah habis. Akhirnya kami terpaksa membeli dari pengecer atau toke dengan harga sekitar Rp8 ribu per liter,” ungkapnya.
Keluhan lain juga disampaikan terkait sistem pengisian BBM yang dinilai belum memenuhi standar. Para nelayan menyoroti proses pengukuran BBM yang masih menggunakan alat takar manual atau literan kaleng, bukan mesin ukur resmi seperti yang digunakan di SPBU pada umumnya. Kondisi tersebut menimbulkan keraguan terhadap jumlah BBM yang diterima.
Masyarakat nelayan berharap pemerintah maupun pengelola SPBUN dapat melakukan pembenahan, baik dari sisi kuota maupun kualitas pelayanan. Mereka juga menginginkan agar pelayanan pembelian BBM tersedia setiap hari karena aktivitas melaut dan kondisi ekonomi nelayan tidak selalu menentu.
Menanggapi hal tersebut, Camat Serasan, Esas Ewansyah, saat ditemui di kantornya pada 6 Mei 2026 membenarkan adanya berbagai keluhan dari masyarakat nelayan. Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah dibahas bersama unsur Forkopimcam Serasan dan Serasan Timur.
“Terkait penambahan kuota sudah kami usulkan, sekarang tinggal menunggu keputusan dari BPH Migas,” ujarnya.
Selain itu, pihak kecamatan juga telah mengusulkan agar batas waktu pengambilan BBM diperpanjang dari sebelumnya tiga hari menjadi satu minggu. Mengenai alat ukur BBM, pihak SPBUN disebut telah menyampaikan bahwa perangkat standar sebenarnya sudah tersedia dan direncanakan segera dipasang, meskipun hingga saat ini belum terealisasi.
Camat berharap pelayanan distribusi BBM ke depan bisa lebih baik dan memenuhi standar sebagaimana SPBU pada umumnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar dapat berkomunikasi langsung dengan pengelola SPBUN untuk memperoleh penjelasan lebih rinci.
Sampai berita ini ditayangkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola SPBUN Serasan guna mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap terkait persoalan distribusi BBM subsidi bagi nelayan di wilayah tersebut.
Editor: Afrizal




