Halangi Pembongkaran Apartemen Indah Puri Sekupang, Tiga Pria Ini mengaku Dibayar dan Suruhan

  • Bagikan
Apartemen Indah Puri Sekupang

KUTIPAN.CO – Tiga orang bayaran yang sempat menghalang-halangi saat proses pembongkaran Apartmant Indah Puri Golf dan Resort yang berlokasi di Jalan Ir. Sutami Kelurahan Patam Lestari Kecamatan Sekupang Kota Batam pada Sabtu (18/12/2021) kemarin angkat bicara.

Mereka mengaku disuruh dan dibayar oleh salah satu penghuni apartemen yang merupakan warga negara asing (WNA) berinisial EB

Ketiga pelaku tersebut bernama Jhon F Luhukay (30), Abdul Kadir Rolobessy (58) dan Arief Purnamanto (22).

“Kami bertiga mewakili kawan-kawan untuk meminta maaf kepada pengelola Aparteman Indah Puri Golf dan Resort,” ucap Jhon kepada awak media, di Batam City Hotel, Kota Batam, pada Selasa (21/12/2021).

Mereka mengakui bahwa pada hari Sabtu (18/12/2021) sekira pukul 11.00 Wib dengan melawan hak secara paksa masuk ke Aparteman Indah Puri Golf dan Resort yang berlokasi di Jalan Ir. Sutami Kelurahan Patam Lestari Kecamatan Sekupang Kota Batam tanpa seizin dari pengelola Apartemen.

“Kami dibayar Rp 6 juta oleh EB melalui rekening Damianus Depa untuk melakukan ancaman keributan dan kerusuhan guna menghalangi proses pembongkaran unit bangunan hunian yang tidak layak huni dan sudah kosong,” jelas Jhon.

Ketiganya menyadari atas perbuatan tersebut sehingga berdampak pada reputasi dan nama baik Aparteman Indah Puri Golf dan Resort menjadi terancam.

Apartemen Indah Puri Sekupang
Kuasa hukum Indah Puri Golf Resort, Mangara Manurung S.H., M.H didampingi Superi S.H., M.H dan Widya S.H., M.H

“Akibat tindakan tersebut dan adanya pemberitaan miring yang disampaikan baik di media cetak, online maupun TV nama baik Aparteman Indah Puri Golf dan Resort menjadi terancam ke masyarakat luas,” ujarnya.

Selain itu, mereka juga menyadari bahwa akibat dari perbuatan tersebut telah menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi pihak pengelola Aparteman Indah Puri Golf dan Resort.

“Melalui surat pernyataan dan surat pengakuan ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pengelola Apartemen Indah Puri Resort dan juga masyarakat Batam serta kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa hukum pengelola Apartemen Indah Puri Golf and Resort, PT Guthrie Jaya Indah Island Resort, Law Office Mangara Manurung SH MH & Assosiate sangat menghormati dan menyambut baik niat dari ketiga orang tersebut.

“Sikap gentle yang dilakukan oleh kawan-kawan tadi, mewakili pihak Indah Puri Resort kita sangat menghormatinya,” ujar Kuasa hukum Indah Puri Golf Resort, Mangara Manurung S.H., M.H didampingi Superi S.H., M.H dan Widya S.H., M.H.

Lanjutnya, akibat dari kejadian tersebut berefek merugikan perusahaan dan berita yang tersebar juga sudah sampai ke manca negara. Ini seakan perusahaan Indah Puri telah melakukan upaya premanisme dalam menghadapi persoalan yang terjadi.

Pihaknya mengambil sikap untuk melakukan upaya hukum rencana kepihak Kepolisian. Namun karena berbagai pertimbangan kemanusiaan, pihaknya membatalkan upaya melaporkan teman-teman tersebut.

“Kawan-kawan yang membuat pernyataan tadi menghubungi kita, menyatakan kalau mereka tidak tahu persoalan sebenarnya. Mereka hanya dibayar oleh penghuni apartemen diminta untuk menghalang-halangi proses pembongkaran tersebut,” ujar Mangara.

Mangara Manurung menambahkan, karena mereka sudah menyadari dan meminta maaf serta telah membuat pernyataan sikap diatas materai, pihak Indah Puri telah menerima permohonan maaf mereka dan ini tidak melanjutkan secara hukum.

“Yang penting kita sadari bahwa mereka adalah suatu kekeliruan artinya dalam masalah Indah Puri bukan persoalan yang besar,” tambahnya.

“Saya kira ini tingkat keberhasilan kawan-kawan pengacara di seberang membela dengan cara membabi buta dengan membentuk opini-opini, padahal masalah ini sudah masuk ke ranah pengadilan,” lanjut Mangara.

Menurut Mangara Manurung, jangan beracara melalui media sosial, jangan beracara melalui Facebook, akan ada ketimpangan dan upaya hukum nantinya. Inikan hoaks, ada Undang-Undang ITE yang mengatur akan hal itu.

“Tolonglah yang santun kalau jadi pengacara. Kami tetap menegedepankan hukum apa yang kami lakukan sekarang ini adalah bagian dari proses,” pungkasnya.

  • Bagikan