
KUTIPAN – Wakil Bupati Lingga, H. Novrizal, meninjau langsung aktivitas budidaya rumput laut yang dilakukan masyarakat di Pulau Lalang, Kamis (30/4/2026).
Dalam kunjungannya, Novrizal bersama Bupati Lingga, Muhammad Nizar melihat langsung proses penanaman hingga pengelolaan rumput laut oleh warga setempat. Ia menilai, budidaya ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi warga pesisir.
“Saya bersama Pak Bupati melihat langsung budidaya rumput laut dari peninjauan kami dan animo masyarakat menyambut baik dari budidaya rumput laut ini,” kata Novrizal.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi modal utama dalam mengembangkan sektor kelautan di Kabupaten Lingga, khususnya budidaya rumput laut yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.
Sementara itu, perwakilan PT Kebula sebagai pihak investor dalam pengembangan budidaya rumput laut di wilayah tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya telah berpengalaman cukup lama di bidang ini.
“Kami dari Kebula sudah 20 tahun di bidang rumput laut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pulau Lalang dipilih karena memiliki kondisi perairan yang sangat ideal untuk budidaya rumput laut.
“Dasar kami datang ke Pulau Lalang, Kabupaten Lingga, potensi perairannya yang luar biasa bagus, belum ada polusi. Kemudian yang dibutuhkan rumput laut arus yang bagus, kedalamannya yang sesuai, dan respon masyarakat yang sangat antusias,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini sejumlah masyarakat mulai terlibat langsung dalam budidaya secara mandiri.
“Sekarang Alhamdulillah beberapa masyarakat di Pulau Lalang ikut menanam secara swadaya,” katanya.
PT Kebula menargetkan, budidaya rumput laut ini dapat memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. Dalam satu hektare lahan, potensi penghasilan yang bisa diperoleh cukup besar.
“Kami targetkan 1 hektare itu mereka bisa menghasilkan minimal Rp5 juta sampai Rp10 juta per bulan per KK,” ungkapnya.
Tak hanya memberikan peluang usaha, sektor ini juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.
“Jadi kami perkirakan dalam 1 hektare ada 5 tenaga kerja langsung dan 5 tenaga kerja tidak langsung,” jelasnya.
Lebih jauh, PT Kebula menargetkan pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Lingga mencapai 5.000 hektare dalam lima tahun ke depan.
“Dengan target multiyears 5 tahun ke depan kita di Lingga mencapai 5.000 hektare, maka akan terbentuk potensi tenaga kerja 25 ribu tenaga kerja langsung dan 25 ribu tenaga kerja tidak langsung,” tuturnya.
Budidaya rumput laut ini diharapkan menjadi salah satu sektor unggulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Lingga.
Laporan: Dito Editor: Fikri




