Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Polres

Pelaku Kekerasan Seksual dan Habisi Bocah SD Dihadiahi Timah Panas

Foto : Istimewa

KUTIPAN.CO – Pembunuh bocah SD berusia 13 tahun yang ditemukan tewas mengenaskan di kebun durian di Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Senin (3/2) lalu, akhirnya berhasil dibekuk polisi.

Pria bernama Kirah alias Bolot (34) sebelum membunuh korban juga melakukan pelecehan terhadap korban. Saat dihadirkan pada jumpa pers tampak Kirah dibopong oleh polisi sebab kedua kaki nya dihadiahi timah panas oleh petugas.

“Jadi benar kedua kakinya ditembak karena tersangka mencoba melarikan diri. Jadi saat tengah mengumpulkan barang bukti, dia mencoba melarikan diri. Dan untuk memudahkan penyelidikan, terpaksa kakinya ditembak,” kata Kapolres Banjarnegara AKBP Iga Dwi Perbawa dalam jumpa pers, dikutip dari detikcom, Kamis (13/2/2020).

Diketahui Kirah merupakan tetangga korban, ternyata sudah sejak lama tersangka mengamati dan merencanakan niat buruknya kepada korban dan pada akhirnya tersangka mendapatkan kesempatan untuk membujuk korban.

“Tersangka ini membujuk korban mencari durian. Dan di kebun durian dia membunuh dan melakukan pelecehan seksual terhadap korban,” kata AKBP Dwi.

Kirah dijerat dengan pasal berlapis. Pelaku pun terancam hukuman mati atas perbuatan sadisnya itu.

“Untuk ancaman hukumannya, tersangka diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup. Karena selain melakukan kekerasan terhadap anak hingga menyebabkan kematian, juga ada pelecehan seksual hingga pembunuhan yang dilakukan berencana,” kata AKBP Dwi.

Dwi menjelaskan, tersangka Kirah akan dikenakan Pasal 80 ayat 3 dan Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76 huruf (e) Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Kemudian Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Untuk diketahui, setelah korban dibunuh, jasad korban disembunyikan di gundukan sampah dan daun.

Sebelumnya, korban dicari warga karena tak pulang ke rumah selama tiga hari. Terdapat luka sayatan dan bekas cekikan di bagian leher korban. Jasad korban kemudian diautopsi di RSUD Banjarnegara dan setelah itu dimakamkan. Korban juga mengalami luka parah akibat kekerasan seksual yang dilakukan Kirah.

Editor : Fikri

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply