Kakak Beradik di Batam Jadi Korban Pencabulan, Modusnya di Iming-imingi Es Krim

WhatsApp Image at

Kakak beradik yang masih dibawah umur menjadi korban pencabulan. Masing-masing korban berusia 7 tahun dan 5 tahun.

Harris Resort Batam

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK, MH mengatakan, kejadian berawal pada Minggu (12/12/2021) sekira pukul 17.50 WIB pelaku KA (21) mengajak kedua korban untuk pergi ke rumahnya yang beralamat di Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Kedua korban berinisial RJF laki-laki (7) dan S perempuan (5) yang merupakan kakak beradik. Mereka diiming-imingi dengan es krim oleh pelaku,” ucap Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK, MH di dampingi Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan, SIK, MH, Kapolsek Bengkong AKP Bob Ferizal, S.Sos dan Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, SH bertempat di Lobby Mapolresta Barelang, pada Kamis (31/03/2022)

Lanjut Kapolresta, setelah sampai dirumah pelaku, korban RJF diberikan handphone untuk mainan, sementara adiknya S diberikan es krim dan diajak ke kamar sebelah dan langsung dicabuli. Setelah adiknya dicabuli gantian kakaknya dicabuli.

“Saat pelaku mencabuli kedua korban, mereka diancam jangan bilang siapa-siapa. Kalau tidak nanti akan ditusuk dengan pisau,” jelas Kapolresta.

Setalah itu korban pulang ke rumahnya dan merasa sakit pas buang air besar terutama korban RJF. Setelah ditanya orang tuanya mereka mengaku kalau kemarin dicabuli oleh pelaku.

Usai mendengar keterangan dari anaknya, orang tua korban melaporkan ke Polresta Barelang dan langsung tindaklanjuti laporan tersebut. Pada Kamis (10/2/2022) sekira pukul 20.00 WIB pelaku berhasil diamankan.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni 1 unit Handphone, 1 unit sepeda motor, 1 helai celana pendek warna biru dongker, 2 helai baju renang dan hasil visum dari kedua korban.

Pelaku dikenakan Pasal 81 Ayat 2 Junto Pasal 82 Ayat 1 UU No. 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan pidana penjara minimal 5 tahun maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 Miliar.

“Kita mengimbau kepada masyarakat khususnya orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan dengan siapa saja agar tidak terjadi lagi adanya korban pencabulan dari pelaku yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Pemkab Karimun