
KUTIPAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menghanguskan sekitar 25 hektare lahan mineral yang berada di sekitar area pertanian milik warga.
Peristiwa kebakaran tersebut diketahui terjadi sejak Minggu (8/3) dan sempat meluas ke sejumlah wilayah desa di Kabupaten Bintan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan api menjalar hingga beberapa wilayah di Kecamatan Teluk Sebong dan Kecamatan Gunung Kijang.
“Sumber api belum dapat dipastikan dan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, dikutip dari ANTARA.
Berdasarkan data dari Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB, kebakaran lahan tersebut menyebar di sejumlah titik wilayah di Kabupaten Bintan.
Api dilaporkan melanda sekitar 10 hektare lahan di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong.
Kemudian, kebakaran juga tercatat menghanguskan sekitar 3 hektare lahan di Kelurahan Kawal dan sekitar 5 hektare lahan di Desa Gunung Kijang yang berada di Kecamatan Gunung Kijang.
Selain itu, titik kebakaran lainnya juga ditemukan di kawasan Lintas Timur Toapaya Selatan dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare.
Tak hanya itu, sekitar 5 hektare lahan juga dilaporkan terbakar di wilayah perbatasan antara Kelurahan Kawal dan Desa Gunung Kijang.
BNPB menyebut kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang mempersulit upaya pemadaman di lapangan.
Minimnya curah hujan serta angin yang bertiup cukup kencang membuat api lebih cepat menjalar ke sejumlah titik lahan.
Kondisi tersebut juga menjadi indikasi awal masuknya periode musim kemarau di wilayah Kepulauan Riau, sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan.
Meski kebakaran meluas hingga puluhan hektare, BNPB memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian tersebut, dan api sudah berhasil dikendalikan,” ujar Abdul Muhari.
Meski demikian, kerugian material yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut diperkirakan cukup signifikan karena luasnya lahan yang terbakar.
Saat ini, tim petugas gabungan masih terus bersiaga di lokasi kebakaran untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali meluas.
Tim tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, hingga Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bintan.
Petugas juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan kebakaran untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru di wilayah tersebut.
Upaya pengawasan ini dilakukan guna memastikan kondisi tetap aman, sekaligus melindungi lahan pertanian milik masyarakat yang berada di sekitar area kebakaran.




