
KUTIPAN – Kepolisian Resor (Polres) Natuna bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan melakukan pengecekan dan monitoring ketat terhadap peredaran minyak goreng merek “Minyak Kita” di wilayah Kabupaten Natuna.
Langkah ini diambil menyusul adanya dugaan temuan isi minyak goreng yang tidak sesuai dengan takaran tertera pada kemasan. Rabu, (12/03).
Kapolres Natuna, AKBP Nanang Budi Santosa, S.I.K., melalui Kasat Reskrim, Iptu Richie Putra, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pemeriksaan difokuskan pada sejumlah pasar dan supermarket di Kota Ranai untuk memastikan keabsahan produk dan melindungi hak konsumen.
Menurut Riche, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kemasan minyak goreng dalam plastik tidak ditemukan adanya indikasi kekurangan takaran. Namun, tim menemukan masalah pada kemasan botol plastik yang tidak mencantumkan informasi volume isi secara jelas.
“Untuk kemasan botol, tidak ada keterangan ukuran isi yang tercantum di label. Hal ini berpotensi menimbulkan ketidakjelasan bagi konsumen,” Ujarnya.
Riche juga mengungkapkan, jika sebagian pedagang mengaku membeli minyak goreng tersebut dari distributor di luar Kabupaten Natuna. Hal ini diduga menjadi penyebab harga jual eceran di Natuna melambung di atas harga yang ditetapkan pemerintah.
Meski demikian, pihaknya memastikan stok minyak goreng di Natuna masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama Bulan Ramadhan.
“Kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kemasan botol yang tidak mencantumkan takaran. Solusi terbaik akan dirancang untuk kepentingan masyarakat dan pedagang, termasuk sosialisasi aturan kemasan yang sesuai standar,” tegas Iptu Richie.
Tidak lupa Riche mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan praktik penjualan minyak goreng curang atau tidak sesuai ketentuan. Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan mencegah potensi penimbunan atau manipulasi produk pangan strategis di Natuna. (Zal).