
KUTIPAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Natuna menggelar simulasi penanganan kecelakaan laut di perairan sekitar Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Rabu (22/04).
Dalam simulasi tersebut, digambarkan sebuah pompong nelayan berukuran 8 Gross Ton (GT) dengan tiga orang di atas kapal (POB) mengalami insiden kebakaran di laut sekitar dua mil dari Pulau Serasan.
Skenario latihan menyebutkan bahwa dari tiga orang nelayan yang merupakan warga Serasan, dua orang berhasil selamat, sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia akibat luka bakar.
Menanggapi laporan kejadian, tim SAR gabungan dikerahkan menggunakan sejumlah armada, di antaranya kapal negara (KN) Sasikirana milik Basarnas, Patkamla milik pos AL Serasan, Rigid Inflatable Boat (RIB), Jetski, serta landing craft rubber (LCR) untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Kepala KPP Basarnas Natuna, Abdul Rahman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan personel dalam menghadapi kondisi darurat di laut.
“Simulasi ini kami lakukan untuk melatih koordinasi antarinstansi serta meningkatkan respons cepat dalam penanganan kecelakaan laut, khususnya di wilayah perairan Serasan yang cukup padat aktivitas nelayan,” ujarnya.
Ia menambahkan, latihan ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya nelayan, mengenai pentingnya keselamatan saat melaut.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR dapat semakin solid dan sigap dalam menghadapi situasi darurat, sehingga dapat meminimalisir risiko korban jiwa di laut.




