
KUTIPAN – Kabupaten Lingga akan segera menapaki usia ke-23 tahun pada tahun 2026 ini. Namun, di balik usia yang semakin matang, sorotan tajam tertuju pada fasilitas kesehatan di ibu kota kabupaten. Keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encek Mariam yang saat ini masih bertipe D.
Tokoh masyarakat Kabupaten Lingga, Muhammad Ishak mengungkapkan, rumah sakit ini awalnya merupakan bekas Puskesmas Kecamatan Lingga/Daik. Paska Kabupaten Lingga dibentuk puskesmas ini mendapat peti kemas dan dibangun beberapa fasiltas sementara sehingga menjadi rumah sakit lapangan, kemudian dalam perkembangannya baru menjadi RSUD Encek Mariam.
Dengan lahan yang sempit dan sangat terbatas, sepertinya tidak memungkin lagi rumah sakit tersebut dapat ditingkatkan fasilitas dan dikembangkan bangunannya.
“Terkait dengan rencana pembangunan rumah sakit di ibu kota kabupaten Lingga, Pemerintah Kabupaten Lingga sejak di masa Bupati Lingga, H. Daria sebenarnya sudah menyiapkan lahan di kawasan Cening, kalau tidak salah lebih dari 4 hektar tidak saja menyiapkan lahan, land clearing dan penyusunan DED pun sudah dilakukan,” ujar Ishak kepada Kutipan.co. Senin, (2/3/2026).
Tidak berhenti disitu saja, jelas Ishak, rencana pembangunan rumah sakit yang lebih mengarah ke yang lebih representatif tersebut. Juga sudah pernah dikonsultasikan langsung dengan Gubernur Kepri sebelumnya, H. Nurdin Basirun, yang kebetulan waktu itu melakukan kunker di Lingga dan mengadakan pertemuan di Gedung Daerah. Pak Gubernur Kepri waktu itu memberikan respon yang sangat baik dan memberikan arahan ke Kadis Kesehatan Propinsi Kepri supaya di follow up.

“Karena usulan pembangunan rumah sakit yang lebih representatif di Daik Lingga sampai dengan tahun 2023 belum juga dapat diwujudkan, saya pribadi selaku masyarakat juga pernah menyampaikan ke pak Gubernur Kepri sekarang, pak Ansar Ahmad, bahwa perlunya dukungan pak Gubernur untuk pembangunan rumah sakit, dikarenakan lahan dan DED sudah lama disiapkan dan usulan secara lisan itu saya sampaikan langsung saat beliau berkunjung ke SMK 2 Negeri Lingga sekaligus melakukan pertemuan awal tahun 2024,” terang Ishak.
Kabupaten Anambas, lanjut Ishak, sudah keduluan punya rumah sakit yang representatif dan infonya dibiayai penuh melalui APBN. Begitu juga kota Tanjungpinang juga diberitakan akan segera membangun RSUD yang baru. Kabupaten Lingga pun karena sudah punya lahan dan DED sudah kuat sekali untuk mengajukan usulan melalui skema sharing.
Ishak mengatakan, apalagi ditambah dengan persyaratan administrasi dan prosedur sudah dipenuhi serta diperjuangkan dan dikawal pula sungguh-sungguh yang kemudian mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah Provinsi Kepri.
“Saya sangat yakin dan optimis pembangunan sebuah rumah sakit representatif yang harus dimiliki suatu daerah guna memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat akan cepat direalisasikan pemerintah pusat,” tutup Ishak.




