
KUTIPAN – Harga berbagai jenis plastik di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau mengalami kenaikan hingga 20 persen dalam sebulan terakhir.
Kenaikan tersebut berdampak langsung terhadap penjualan pedagang, bahkan disebut mengalami penurunan hingga 40 persen.
Hal itu diungkapkan Yanto, salah satu pemilik toko serba plastik di Dabo Singkep, Jumat (10/4/2026).
“Mengalami kenaikan sekitar 20 persen,” ujar Yanto.
Ia menjelaskan, kenaikan harga sudah berlangsung hampir satu bulan terakhir dan memengaruhi daya beli konsumen.
Menurutnya, produk yang paling banyak dibeli konsumen adalah kantong plastik jenis Polypropylene (PP) yang biasa digunakan untuk kemasan kerupuk.
“Kantong kerupuk seperti kantong PP (Polypropylene) terdiri dari 3 jenis,” jelasnya.
Selain itu, pelaku UMKM juga banyak membeli produk lain seperti cup minuman.
“Cup minuman, seperti gelas-gelas untuk pop ice,” katanya.
Namun demikian, kenaikan harga membuat jumlah pembelian dari konsumen menurun drastis.
“Menurun sekitar, persentase sekitar 40 persen,” ungkap Yanto.
Ia menyebut, pelanggan utamanya merupakan pelaku UMKM yang kini mulai mengurangi belanja akibat naiknya harga.
Meski begitu, Yanto berharap pelanggan tetapnya masih bisa bertahan.
“Kita berharap pada langganan tetap,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Yanto juga berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Harapan kita ke depan mudah-mudahan dari pemerintahan bisa menyediakan lapangan kerja, jadi pengusaha ini pemutaran modal bisa stabil,” tuturnya.
Sementara itu, pedagang plastik lainnya juga menyampaikan hal senada. Ia menyebut kenaikan harga dipicu oleh naiknya bahan baku plastik yang berasal dari minyak mentah.
“Katanya karena bahan bakunya dari minyak mentah, jadi ikut naik,” katanya.




