
KUTIPAN – Menjelang Hari Raya Idulfitri, pesanan kue kering lebaran di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau mulai meningkat. Salah satu pelaku usaha kue lebaran di Dabo Singkep, Andi Hasni Panguriseng, mengaku pesanan sudah berdatangan bahkan sejak sebelum bulan Ramadan dimulai.
Andi Hasni yang telah menekuni usaha pembuatan kue lebaran selama hampir tujuh tahun ini mengatakan, tingginya permintaan membuat dirinya harus membuka pemesanan lebih awal agar semua pesanan bisa terpenuhi tepat waktu.
“Alhamdulillah ramai, pesanan sebelum puasa sudah open order. Jadi seminggu sebelum puasa kami sudah buat karena banyak pesanan,” kata Andi Hasni Panguriseng saat ditemui di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga pada Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, berbagai jenis kue kering khas lebaran menjadi favorit masyarakat. Beberapa di antaranya seperti kue cokelat, lidah kucing, kue semprit, putri salju, kue kacang, hingga nastar yang selalu menjadi pilihan utama pelanggan setiap tahun.
Ia menjelaskan, seluruh kue tersebut diproduksi sendiri di rumahnya dengan proses yang masih mengutamakan cita rasa khas rumahan.
“Pesanan sudah dimulai sebelum bulan Ramadhan, hingga jelang lebaran sudah mencapai ratusan pesanan. Semua kue kering diproduksi sendiri di rumah,” ujarnya.
Andi Hasni menyebutkan, mayoritas pesanan kue lebaran berasal dari masyarakat lokal di wilayah Dabo Singkep dan sekitarnya. Namun, tidak sedikit pula permintaan yang datang dari luar Kabupaten Lingga.
Meski begitu, ia terpaksa menolak beberapa pesanan dari luar daerah karena kendala pengiriman yang dinilai cukup sulit, terutama untuk menjaga kualitas kue agar tetap baik saat sampai ke tangan pelanggan.
“Pesanan kebanyakan dari warga lokal. Ada juga yang pesan dari luar Lingga, tapi kami tidak ambil karena pengirimannya cukup sulit,” jelasnya.

Untuk harga, Andi Hasni mengatakan kue kering yang diproduksinya dijual dengan harga yang bervariasi tergantung jenis kue.
Harga kue tersebut berkisar antara Rp180.000 hingga Rp220.000 per kilogram, sementara beberapa jenis lainnya dijual sekitar Rp200.000 per kilogram.
Menurutnya, permintaan kue lebaran hampir selalu meningkat setiap tahun menjelang Idulfitri karena sudah menjadi tradisi masyarakat untuk menyajikan kue kering saat hari raya.
Usaha pembuatan kue lebaran yang dijalankan Andi Hasni Panguriseng bukanlah usaha baru. Ia mengaku telah menggeluti bisnis tersebut selama hampir tujuh tahun.
Selama itu pula, pelanggan yang datang terus bertambah, terutama menjelang momen Ramadan dan Idulfitri.
Ia berharap usaha kue kering yang dijalankannya dapat terus berkembang dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarganya.
Selain itu, tingginya permintaan kue lebaran juga menjadi peluang bagi pelaku usaha rumahan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.




