
KUTIPAN – Kekecewaan mendalam tengah dirasakan oleh sejumlah perangkat RT dan RW di tingkat kelurahan di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Hingga memasuki awal Maret 2026, mereka sejumlah RT dan RW mengaku belum menerima kejelasan terkait pencairan dana insentif yang menjadi hak mereka.
Salah satunya keresahan ini dikeluhkan oleh Ketua RW.005 Kelurahan Sungai Lumpur, Jimmy. Mewakili rekan-rekan sejawatnya, ia menegaskan bahwa belum ada titik terang dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lingga mengenai tunggakan insentif yang belum dibayarkan sejak bulan Desember 2025 maupun periode tahun berjalan 2026.
Jimmy menjelaskan, kondisi ini kian mendesak mengingat saat ini sudah memasuki pertengahan bulan Ramadan, di mana kebutuhan ekonomi masyarakat, termasuk para perangkat RT/RW, meningkat drastis menjelang Idul Fitri.
”Seandainya sebelum Lebaran Idul Fitri ini kami belum juga mendapat kejelasan, mungkin kami akan mengunjungi kediaman Wakil Bupati yang berada di Dabo. Jika masih menemui jalan buntu, kami bersama kawan-kawan akan bergerak langsung ke Kantor Bupati di Daik,” tegas Jimmy kepada kutipan.co Rabu (4/3/2026).
Jimmy menyatakan, meski sering disebut sebagai ujung tombak pada pemerintahan namun terabaikan, selain itu, bukan hanya sekadar gertakan bahwa para pengurus RT/RW siap mengambil langkah ekstrem jika aspirasi mereka tetap diabaikan oleh pemerintah daerah.
”Jika memang tidak mendapat respon, kami siap mengembalikan SK jika tak diperlukan lagi. Selaku perangkat terendah dan sering disebut ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat, kami merasa tidak dihargai sama sekali oleh pihak pemerintah daerah jika suara kami tak dianggap,” ungkapnya.
Jimmy menyampaikan kekecewaan ini didasari oleh perasaan kurangnya kepedulian dari Pemda Lingga terhadap kesejahteraan garda terdepan pelayanan publik tersebut.
”Kami merasa diabaikan tanpa ada rasa peduli sedikitpun. Mohon maaf jika kalimat ini terasa berlebihan, namun inilah bentuk kekecewaan nyata kami terhadap pemerintah daerah,” tutur Jimmy.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga belum memberikan keterangan resmi terkait kendala teknis atau alasan di balik keterlambatan pembayaran insentif tersebut.(Dito)




