
KUTIPAN – PT Lima Cakra Perkasa Hatchery Batam mulai menjalin kemitraan dengan kelompok tani di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, melalui kegiatan inseminasi ayam petelur di kandang ternak milik Kelompok Tani Bina Karya, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (7/5/2026).
Langkah ini menjadi awal kerja sama pengembangan bibit ayam kampung super yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan peternak di wilayah Kepri tanpa harus bergantung pada pasokan bibit dari Pulau Jawa.
Perwakilan PT Lima Cakra Perkasa Hatchery Batam, Muhammad Ali Syam mengatakan, inseminasi dilakukan untuk menghasilkan telur berkualitas yang nantinya menjadi bibit ayam kampung super dengan pertumbuhan lebih cepat dibanding ayam kampung biasa.
“Jadi sebetulnya PT Lima Cakra Perkasa Hatchery ini terbentuk di Batam dan bergerak pada bibit ayam super. Keunggulannya, bibit ayam ini lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan ayam kampung biasa,” kata Muhammad Ali Syam.
Menurutnya, selama ini sebagian besar peternak di Batam dan Kepri masih mengandalkan pasokan DOC atau bibit ayam dari Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat harga bibit menjadi lebih mahal karena biaya distribusi yang tinggi.
Tak hanya itu, pengiriman jarak jauh juga berisiko menyebabkan bibit mengalami dehidrasi hingga kematian sebelum sampai ke tangan peternak.
“Kemudian saat ini kebanyakan peternak di Batam masih mengandalkan bibit atau DOC dari Jawa. Terkadang harganya lebih tinggi dan ketika sampai di Batam itu mengalami dehidrasi atau juga kematian karena perjalanannya jauh atau panjang. PT Lima Cakra Perkasa Hatchery ini hadir untuk memberikan solusi kepada peternak,” ujarnya.
Muhammad Ali Syam menjelaskan, pihaknya ingin membangun kemandirian peternak lokal melalui kolaborasi dengan kelompok tani di Bintan agar kebutuhan bibit ayam kampung super di Kepri dapat terpenuhi secara bertahap.
Ia berharap kualitas bibit yang dihasilkan nantinya mampu bersaing dengan ayam Joper yang selama ini didatangkan dari luar daerah.
“Ke depannya kami ingin bagaimana bibit ini bisa tercukupi untuk kebutuhan di Kepri. Cuma sampai saat ini, kami belum bisa memenuhinya. Di sinilah kami hadir bagaimana berkolaborasi dengan para peternak yang ada di daerah Bintan ini, bagaimana ke depannya bibit ini bisa bertambah dan bisa mencukupi kebutuhan di Kepri,” kata Muhammad Ali Syam.
Selain melakukan inseminasi, PT Lima Cakra Perkasa Hatchery Batam juga memberikan pendampingan kepada Kelompok Tani Bina Karya terkait perawatan kandang dan kesehatan ternak.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui edukasi menjaga kebersihan kandang hingga pemberian vitamin ternak guna meningkatkan kualitas ayam yang dibudidayakan.
Muhammad Ali Syam bersama Hamsya yang melakukan proses inseminasi dengan didampingi koordinator lapangan Anah Milagros mengaku puas dengan hasil kegiatan tersebut.
Mereka berharap ke depan Kepulauan Riau dapat berkembang menjadi salah satu daerah pemasok bibit ayam kampung super bagi para peternak lokal.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bina Karya, Nurliza Manurung menyambut baik kerja sama yang dijalin bersama PT Lima Cakra Perkasa Hatchery Batam.
“Kami berharap program kerja sama ini dapat menjadi penguat bagi program pemerintah dalam hal ketahanan pangan nasional,” kata Nurliza.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sektor peternakan lokal sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Kepulauan Riau.
Laporan: Dito Editor: Fikri




