Webinar Indonesia Cakap Digital Tema Bahaya Pornografi dan Pelecehan Seksual di Ruang Digital

  • Bagikan
Bahaya Pornografi dan Pelecehan Seksual

KUTIPAN.CO – Pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menggelar kegiatan webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung, pada Kamis (26/8/2021).

Walikota Batam H. Muhammad Rudi dan Presiden RI Jokowi sebagai keynote speaker memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Clara Novita Anggaraini, MA., selaku dosen ilmu komunikasi telkom university pada pilar kecakapan digital dengan tema “Mesin pencarian Informasi”.

Dalam pemaparannya, ia menjabarkan cara kerja mesin pencari yaitu informasi berdasarkan basis data atau situs web yang dikelola. Mesin pencari saat ini masih di dominasi google.

“Ada 3 gangguan dalam informasi antara lain mis informasi (konten yang menyesatkan), dis informasi (konteks yang salah, manipulasi konten) dan mal informasi (informasi yang sepenggal saja),” ucap Clara.

Sebagai langkah preventif, hal yang perlu dilakukan yakni pertama ambil sumber yang terpercaya, cek nama domain, bandingkan dari sumber yang berbeda, gunakan mode safe search untuk anak anak dan untuk disfable gunakan google assistant.

Dilanjutkan dengan pilar keamanan digital yang disampaikan oleh Eriko Utama, S.Si selaku konsultan dan narasumber SIG mengangkat tema “Bahaya pornografi dan pelecehan seksual di ruang digital”.

Ia menjabarkan tentang VPN yaitu Virtual Private Network adalah sebuah cara aman untuk mengakses area network pada jangkauan tertentu. Bahaya VPN gratis dan pengaruhnya terhadap bahaya pornografi, yakni 38% malware infected dan 72% ada aplikasi ketiga yang selalu memata matai penguna.

Selain itu, dampak kerugian VPN antara lain berpotensi membocorkan informasi pribadi, dan pengguna VPN di Smartphone lebih beresiko membocorkan data pribadi, karena kelemahan VPN yaitu adanya batasan teknologi dan batasan hukum.

“Waktu yang tepat menggunakan VPN menurutnya adalah saat menggunakan wifi publik dan mengakses konten yang di blokir di suatu negara tertentu,” kata Eriko.

Dilanjutkan dengan pilar budaya digital oleh Sholekhah Nurul, S.Pd.,M.Ak selaku Kepala SMKN Batam dengan materi “Memahami multikultularisme dalam ruang digital”.

Sholekhah menjelaskan Indonesia sebagai negara majemuk dituntut mempunyai perilaku yang etis dalam pengguanaan media digital. Multikultularisme di Indonesia diharapkan dapat memberikan potensi sendiri dalam ruang digital, karena dengan adanya media teknologi semakin mudah pemahaman tentang keberagaman dan corak budaya Indonesia, sebagai contoh antaranya menginformasikan makanan tradisional, membuat webtoon dengan tema cerita rakyat dan sebagainya.

Narasumber terakhir pada pilar etika digital oleh Elmi, S.Pd selaku Kepala SMAN 16 Batam mengangkat tema “Menggugah konten di media sosial”.

Elmi menjelaskan ada 3 prinsip menggugah konten di media sosial yakni pertama tidak merugikan diri sendiri misalnya membuka aib sendiri, curhat, menggugah konten kekerasan dan sebagainya, kedua merugikan orang lain dan yang ketiga tidak melanggar hukum.

Konten yang berpotensi melanggar hukum diantaranya pencemaran nama baik, ujaran kebencian, SARA, Hoax dan lain lain.

Elmi menerangkan rambu konten media sosial yang produktif adalah tidak membosankan, kreatif, bermanfaat, inspiratif dan lain sebagainya. Harus diingat akun media sosial anda akan menjadi catatan sejarah bagi anak cucu anda sekalian.

Webinar diakhiri, oleh Selvi seorang Influencer yang memberikan pengalamannya kepada peserta diantaranya menjaga etika dalam beraktifitas di dunia maya akan berdampak baik kedepannya.

Hal ini disebut Selvi karena para followernya selalu memberikan komentar yag baik, dan mendukung. Apabila Selvi ada masalah bahkan membantu untuk mencarikan solusinya. Kita harus mempertahankan pertemanan dengan melakukan hal yang positif dan bijak di dunia maya.


Laporan : Yuyun

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan