Connect with us

Batam

Walikota Batam Batal di Vaksin Covid, Ini Sebabnya

Published

on

Walikota Batam Batal di Vaksin

KUTIPAN.CO  – Walikota Batam Muhammad Rudi batal dilakukan vaksinasi oleh petugas medis, pasalnya 5 kali dilakukan pengecekan, tekanan darah Rudi didapati diatas ketentuan petunjuk teknis vaksinasi, hal itu dungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (15/1/2021)

“Di lain hari kita jadwalkan. Karena memang kalau tekanan darah tinggi tidak diperbolehkan mendapat vaksin,” kata Didi Kusmarjadi.

Diketahui, Walikota Batam sempat 5 kali dilakukan pengecekan darah dan hasilnya tekanan darah Rudi diatas maksimal 140. Pada pengecekan pertama tekanan darah Rudi mencapai 160, kemudian pemeriksaan ke dua 145, pemeriksaan ke tiga 140, lalu pada pemeriksaan keempat tekanan darahnya 151 dan kelima 155.

Sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca :  Lingga Update Covid-19 : 16 April 2020 Nambah Satu, 2 ODP Besok Rapid Tes

Seperti terkonfirmasi menderita Covid-19, sedang hamil atau menyusui, mengalami gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir, ada anggota keluarga serumah yang kontak erat atau suspek atau konfirmasi atau sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19 sebelumnya, memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi ke-2).

Selanjutnya, orang yang juga tak boleh mendapatkan vaksin seperti orang sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, menderita penyakit jantung (gagal jantung atau penyakit jantung koroner), menderita penyakit autoimun sistemik (SLE atau lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya, menderita penyakit ginjal (penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal atau transplantasi ginjal atau sindroma nefrotik dengan kortikosteroid, menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis.

Seterusnya, menderita penyakit saluran pencernaan kronis, menderita penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun, menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfusi.

Baca :  Update Sirekap KPU RI Pilkada Lingga 11 Desember 2020

Kemudian, orang yang berdasarkan pengukuran tekanan darah didapati hasil 140/90 atau lebih dan HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui.

Untuk Wali Kota, saat pemeriksaan, memiliki tekanan darah di atas ketentuan. Untuk diketahui, Rudi sebelumnya ingin dirinya menjadi orang pertama divaksin. Namun, karena kendala tersebut vaksinasi untuk orang nomor satu di Batam itu ditunda. Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar masyarakat yang diperbolehkan mendapat vaksin untuk tidak khawatir.(MCB)


Editor : Fikri

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan