
KUTIPAN – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, memberikan apresiasi mendalam kepada para Kiai dan pendiri pondok pesantren atas peran besar mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini disampaikan saat menghadiri Haul ke-28 pendiri Pondok Pesantren Al-Qur’an Cijantung, KH. Moch. Sirodj, di Ciamis, Jawa Barat.
“Negara menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pendiri Ponpes Cijantung, terutama almarhum KH. Moch. Sirodj. Kehadiran beliau adalah wujud nyata membantu salah satu tugas negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Cucun dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/1/2025).
Sebagai Pimpinan DPR RI Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Cucun menegaskan bahwa peran para Kiai dalam mencerdaskan bangsa telah dimulai bahkan sebelum negara hadir memberikan dukungan.
“Para kiai dengan jerih payahnya, tanpa bantuan negara, sudah lebih dulu melaksanakan tugas negara sebagaimana amanat UUD 1945,” jelas politisi PKB ini.
Cucun juga memuji upaya Pondok Pesantren Cijantung dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui lembaga ekonomi pesantren. Menurutnya, langkah ini tak hanya membawa manfaat bagi pesantren tetapi juga memberikan kontribusi besar pada stabilitas ekonomi nasional.
“Langkah ini sangat sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Saya ucapkan terima kasih kepada para kiai atas inovasi yang mereka lakukan,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya tiga fungsi utama pesantren sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yaitu sebagai lembaga pendidikan agama, tempat pembinaan keterampilan dan pengetahuan umum, serta pusat pemberdayaan masyarakat.
“Pesantren telah menjalankan fungsi ini jauh sebelum negara menetapkan aturan formal. Kontribusi mereka sangat besar dalam pembangunan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Cucun berharap pondok pesantren dapat terus berkembang, membangun generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan berkontribusi pada penguatan ekonomi kerakyatan di masa depan.