
KUTIPAN – Kalau semua masalah investasi bisa selesai hanya dengan kalimat “pindahkan saja lokasinya”, barangkali urusan birokrasi tak perlu rapat panjang, apalagi audiensi lintas kementerian. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Begitulah kira-kira gambaran situasi yang menyelimuti mandeknya realisasi investasi PT Tianshan Alumina Indonesia di Kabupaten Lingga.
Isu yang beredar di masyarakat menyebut, proyek tersebut tersendat karena lokasi rencana pembangunan berdekatan dengan area latihan tempur militer. Pertanyaannya lalu menggelinding ke mana-mana, kenapa tidak dipindahkan saja? Seolah-olah lahan industri itu seperti lapak kaki lima tinggal angkat, geser, lalu selesai.
Novrizal, Wakil Bupati Lingga, mencoba meluruskan logika yang keburu bengkok itu. Menurutnya, proses investasi PT Tianshan sudah berada di fase akhir. Jika sekarang kembali membicarakan pemindahan lokasi, artinya seluruh tahapan yang sudah dilalui mesti diulang dari nol.
“Terkait hal itu, ini prosesnya sudah tahap penghujung, kalau berbicara itu tentu balik lagi kebelakang, jadi saat ini kita menunggu jawaban dari Kemenhan terkait lahan pengganti alternatif,” ujar Novrizal saat diwawancarai usai menghadiri Rapat Akbar Terbuka pernyataan sikap soal lapangan pekerjaan dan investasi PT Tianshan Alumina Indonesia di halaman Gedung Nasional, Minggu (21/12/2025) sore.
Rapat Akbar Terbuka pernyataan sikap soal lapangan pekerjaan dan investasi PT Tianshan Alumina Indonesia dihadiri ratusan warga. Dari wajah-wajah yang datang, satu hal terlihat jelas, harapan agar investasi ini benar-benar jalan, bukan sekadar janji.
Di titik ini, Novrizal menegaskan satu hal penting yang kerap luput dari perdebatan warganet dan obrolan warung kopi, PT Tianshan adalah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). Artinya, urusan penetapan lokasi dan kesesuaian tata ruang bukan dikeluarkan oleh pemerintah daerah.
“Terkait lokasi PT Tianshan Alumina Indonesia yang berdekatan dengan lokasi latihan militer, Tianshan ini kan PMA, PPKPR nya keluarnya dari Kementerian ATR BPN itu bukan dari Pemda,” katanya.
Novrizal juga menekankan bahwa aktivitas PT Tianshan nantinya bukanlah pertambangan. Tidak ada cerita alat berat mengeruk tanah atau tambang terbuka yang menganga.
“Hingga saat ini lokasi tersebut dibuat untuk Smelter, berarti itu pengolahan tidak ada menambang,” jelasnya.
Soal realisasi, Novrizal memilih bersikap optimistis. Bukan optimisme kosong, tapi optimisme yang bertumpu pada kebutuhan nyata masyarakat Lingga, lapangan pekerjaan.
“Kita optimis ini untuk masyarakat kita untuk menciptakan lapangan kerja, kita optimis,” ucapnya.
Ia menambahkan, komunikasi dengan Kementerian Pertahanan masih terus berjalan. Dalam waktu dekat, menurut Novrizal, akan ada audiensi untuk membahas opsi lahan pengganti agar proyek tetap bisa berlanjut tanpa menabrak kepentingan pertahanan negara.
“Sejauh ini respon dari Kemenhan dalam waktu dekat akan dilakukan audiensi,” katanya.
Dari pihak perusahaan, nada penjelasan tak jauh berbeda. Manager Humas PT Tianshan Alumina Indonesia, Parsaroan Sirait, menegaskan bahwa operasional perusahaan di Lingga murni pengolahan, bukan penambangan.
“Kita tidak ada menambang di sini,” ujarnya singkat.





