Tim Satgas Covid-19 Lingga Buka Segel Warung Kopi

  • Bagikan

KUTIPAN.CO – Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Lingga, membuka segel warung kopi yang terjaring razia saat digelar Patroli Yustisi, karena masih beroperasi melebihi batas jam yang telah ditentukan. Senin (11/7/2021) pagi.

Asisten II Bupati Lingga, Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lingga, Yusrizal mengatakan, hari ini kita membuka kembali Segel bagi warung kopi yang kemarin terkena Operasi Yustisi, karena kedapatan masih buka usahanya dari batas waktu yang telah ditentukan, sesuai dengan penerapan pemberlakuan Instruksi Bupati Lingga Nomor 02 Tahun 2021, bagi pelaku usaha rumah makan/restoran, warung kopi dan cafe, waktu operasional hingga jam 22.00 WIB, dengan pembatasan pengunjung 50 persen serta 1 meja 2 kursi.

Untuk penyegelan warung kopi, jelas Yusrizal, sesuai BAP Nomor 05/BAP/PPNS Satpol-PP/VII/2021. penyegelan sementara kepada pelaku usaha terhitung selama 2×24 Jam, untuk itu, kepada pelaku usaha kita berharap untuk mematuhi jam operasional, seperti dalam Surat Edaean Bupati Lingga.

Tim Satgas Covid-19 Lingga

“Hari ini segel warung kopi kita buka, namun jika pemilik memiliki izin usaha, silahkan mereka membuka tempat usahanya, kalau yang belum memiliki kita minta mereka untuk mengurus surat izin dulu, bila surat izin tersebut masih dalam proses pembutan, pemilik warung kopi boleh membuka usahanya,” kata Yusrizal ketika ditemui saat akan membuka segel salah satu warung kopi di Dabo Singkep.

Sementara itu, Komandan Peleton (Danton) Satpol PP Lingga, wilayah Singkep, Dirgahayu Sentosa, menyampaikan, yang pihaknya arahkan, saran dan lakukan tidak untuk menyusahkan pemilik usaha, namun hanya ingin tempat usahanya menjadi bagus, baik, rapi dan bersih, serta mengikuti dalam surat edaran.

“Tujuan dari semua ini adalah untuk kebaikan terhadap pelaku usaha, mari kita saling menjaga untuk kampung kita sendiri, sehingga daerah kita jangan sampai masuk juga dalam PPKM Darurat, yang mana pelaku usaha menutup usahanya pukul 17.00 Wib,” terangnya.

Salah satu pemilik warung kopi, Cifrizal yang tempat usaha sempat di segel petugas saat Operasi Yustisi, mendukung dengan surat edaran Bupati Lingga, agar pelaku usaha menutup usahanya pukul 22.00 WIB, meski warung kopi miliknya juga sempat disegel petugas.

“Sebagai pelaku usaha, saya sangat mendukung dengan surat edaran tersebut, yang mana pelaku usaha seperti rumah makan, warung kopi dan cafe, agar menutup usahanya pukul 22.00 Wib, semoga penyegelan di warung kopi kami, menjadi contoh bagi yang lain, untuk tetap mengikuti surat edaran tersebut dan mematuhi protokol kesehatan,” katanya


Report : Pandi

  • Bagikan