Connect with us

Batam

Tim Peradi Batam Raya Kawal Kasus Kematian Narapidana di Rutan Batam

Published

on

Foto batam, headline, peradi, peradi batam

KUTIPAN.CO – Tim Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Batam Raya akan terus mengawal dan memberikan bantuan hukum atas kasus Siprianus Apiatus (27) narapidana yang meninggal dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Batam.

Bantuan hukum tersebut dibuktikan dengan penandatanganan surat pemberian kuasa dari Fransiskus Saverius Dage selaku keluarga kandung korban kepada Ketua Peradi Batam Raya, Radius, S.H, M.H didampingi 9 tim Peradi Batam Raya.

Ketua Peradi Batam Raya, Radius, S.H, M.H mengatakan, pihaknya akan secara profesional menangani kasus tersebut.

“Saya sebagai Ketua Peradi Batam Raya bersama 9 orang tim akan selalu mengawal kasus ini. Untuk pihak keluarga kalau sudah percaya kepada kami, mohon berikan kami kesempatan yang luar biasa ini serta kami ucapkan terimakasih,” ucap Radius, Kamis (15/4/2021).

Baca :  Gandeng Vendor Terkenal, Harris Hotel Batam Center Berikan Paket Pernikahan di Grand Batam Mall

Dijelaskan Radius, Peradi Batam Raya sudah berdiri selama 2 tahun lebih dan ada beberapa bidang termasuk salah satu bidang dalam membantu setiap orang yang mempunyai kasus dan yang tidak mempunyai biaya.

“Kami diminta pihak keluarga korban untuk menyelesaikan kasus ini. Kami rasa ada suatu tindakan penganiayaan dari rutan, karena setelah kami lihat hasil otopsi ada memar dan luka ditubuh korban yang masih dalam tanda tanya kami,” ujarnya.

Pihaknya akan mendampingi pihak keluarga korban sampai ke Polsek Sagulung untuk tindak lanjut masalah ini. Pihaknya berharap kedepan tidak akan terulang lagi kasus seperti ini.

Sebelumnya korban dikenakan kasus penganiayaan yang didakwa hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Menurut keterangan keluarga seharusnya korban tanggal 29 Maret 2021 sudah dinyatakan bebas, akan tetapi sampai tanggal 10 April 2021 korban belum dibebaskan hingga menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.

Baca :  Snack Video Sudah Legal, Begini Cara Menghasilkan Uang di Snack Video

“Inilah menjadi pertanyaan besar bagi kami dan rencana kedepan kami akan menyurati Kemenkumham,” ujar Radius.

Ditempat yang sama, Natalis N. Zega, S.H menambahkan, ini merupakan tindak lanjut atas kasus meninggal dunia narapidana Kelas II A Batam.

Tentu harapan dari keluarga adalah bagaimana kasus ini bisa terbuka dan bisa diketahui apa penyebab sebenarnya yang dialami korban narapidana Kelas II A batam.

“Kita dari kuasa hukum DPC Peradi Batam Raya yang telah dipercayakan oleh keluarga tentunya akan bersama-sama menangani dan menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.


Reporter : Yuyun | Editor : Fikri

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Deodatus Don Sales

    April 18, 2021 at 12:55 pm

    Jelas melanggar aturan ,maju pkntt

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan