Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Karimun

Tidak Diizinkan Masuk, Anggota DPRD Batam Cekcok Dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Karimun

KUTIPAN.CO – Lantaran tak dikasi izin masuk oleh tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Karimun, rombongan anggota komisi II DPRD kota Batam adu mulut dan mengamuk di pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun, Kamis (14/5/2020)

Sahat Parulian Tambunan anggota DPRD Batam yang membidangi bagian ekonomi mengatakan jika pihak nya telah mengikuti sejumlah protokoler kesehatan, namun setelah sampai di Tanjungbalai malah tidak diizinkan masuk.

“Kita datang dari Kota Batam sudah menaati aturan dengan mengisi formulir hingga cek kesehatan, namun setibanya disini kita justru tidak diizinkan masuk,” kat Sahat Parulian.

Atas kejadian tersebut, Sahat Parulian mengaku kesal, ia menilai aturan tersebut tidak transparan dan melampaui batas dan tanpa adanya koordinasi dengan daerah lain diwilayah Kepri, sebab jika memang peraturan tersebut begitulah adanya, maka seharusnya agen kapal tujuan Karimun di menjual tiketnya dan memberangkatkan penumpang.

“Apabila memang tidak diizinkan, ya jangan dijual tiket diluar Karimun, ini sangat merugikan kita, dan penumpang kapal lainnya yang sudah jauh-jauh kesini, uang beli tiket hangus waktu juga terbuang sia-sia,” katanya.

Sahat Parulian mengaku, adapun kedatangannya bersama rombongan ke Kabupaten Karimun dalam rangka tugas dan tidak berlama-lama di Karimun, namun petugas tetap tidak memberikan izin Sahat untuk masuk ke Karimun dan diminta kembali ke Kota Batam.

“Saya kebetulan ingin melihat investasi disini dalam rangka tugas. Cuma sebentar saja kok, karena rencananya kami mau kembali pukul 15.00 WIB hari ini juga, eh kami tetap tidak diizinkan masuk malahan disuruh balik langsung ke Batam,” jelasnya.

Senada dengan Sahat Parulian, Jonson yang ikut dalam rombongan itu juga mengaku kecewa dengan kebijakan dan kurangnya koordinasi Pemerintah Kabupaten Karimun dengan Kota Batam.

“Apabila Pemerintah Kabupaten Karimun sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam tentang larangan ini, kami pun pasti nurut lah dan gak akan berangkat kesini. Kita disini untuk investasi, Pemerintah Daerah tidak boleh semena-mena membuat aturan, aturan ini sepihak, karna saat kita di Batam, kita diizinkan ke berangkat ke Karimun,” kata Jonson.

Menanggapi hal tersebut, ketua tim gugus tugas Kecamatan Karimun Efryan Santana menjelaskan, Hal ini terjadi akibat salah paham semata, dan sudah diselesaikan dengan baik.

“Ini hanya salah paham aja, selama ini tim gugus tugas bekerja sesuai arahan Bupati dan Sekda Karimun. Dalam arahan itu apabila ada pelaku usaha dengan tujuan bisnis, mereka bisa masuk dengan cukup meninggalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan ketika mereka menyelesaikan bisnisnya di Karimun, mereka bisa mengambil kembali dan pulang ke tempat asalnya,” jelas Efryan.

Efryan Santana yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Karimun ini menegaskan, tidak ada larangan masuk karena Kabupaten Karimun tidak melakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) atau Lockdown.

“Tidak ada instruksi melarang masuk, memang ada surat edaran tim gugus tugas pusat nomor 4 tahun 2020 mengenai pembatasan, dalam arti pengunjung yang berkunjung ke daerah harus mempersiapkan hasil Rapid Tes yang menunjukkan negatif atau surat kesehatan dari rumah sakit, dan hasil rapat tim gugus tugas bersama satgas laut yang diketuai Danlanal Tanjungbalai Karimun diputuskan mulai besok orang yang berangkat atau datang harus mempersiapkan itu,” tegasnya.

Mengenai cekcok yang terjadi dengan rombongan Anggota DPRD Kota Batam tersebut, nantinya Kantor Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun akan berkoordinasi dengan Instansi terkait di Kota Batam.

“Kita sudah rapat, nanti KSOP Tanjungbalai Karimun akan berkoordinasi dengan pihak Kota Batam, kita juga akan mensosialisasikan surat edaran itu agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya.

Selain Anggota Komisi II dan rombongan, sejumlah penumpang kapal lainnya yang tidak memiliki KTP Karimun juga ditahan dan tidak diizinkan masuk.

Selanjutnya, para penumpang kapal itu juga terlihat terlantar di Pintu Keluar Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun sebelum akhirnya kembali ke Kota Batam.

Penulis : G. Boy
Editor : Fikri

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply