Tersangka Ong Perekrut Jaringan PMI Ilegal Diringkus Polda Kepri

  • Bagikan

KUTIPAN.CO – Tim gabungan Ditreskrimum Polda Kepri kembali berhasil mengamankan 1 tersangka berinisal M alias Ong yang berperan sebagai perekrut Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal.

“Terkait dengan kasus tenggelamnya PMI di perairan Johor Malaysia beberapa waktu lalu, bahwa akan ada tersangka baru dimana perannya sebagai perekrut PMI ilegal,” ucap Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Siagian, di Mapolda Kepri, pada Rabu (5/1/2022).

Dijelaskan Kombes Pol Harry, sejak kejadian pada 15 Desember 2021 tim dari Ditreskrimum telah melakukan pemetaan terhadap jaringan sindikat pengiriman PMI ilegal ini. Tim telah melakukan penyidikan ke beberapa wilayah salah satunya di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Alhamdulillah kerja keras dari tim penyidik membuahkan hasil, dimana pada Senin (3/1/2022) sekira pukul 12.30 Wib tim penyidik Subdit III dan IV dari Ditreskrimum Polda Kepri dan dibackup oleh Polda NTB berhasil mengamankan M alias Ong di rumahnya tepatnya di Lombok Timur NTB,” ucap Kombes Pol Harry.

Lanjutnya, bersamaan dengan diamankannya tersangka M alias Ong tentu ini sebuah keberhasilan tim Ditreskrimum Polda Kepri dalam mengungkap jaringan sindikat perdagangan orang.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni HP, buku tabungan atas nama pelaku M alias Ong serta buku tabungan atas nama LA yang merupakan istri pelaku.

Pasal yang dikenakan yakni Pasal Undang-Undang tindak pidana perdagangan orang, UU pemberantasan pekerja migran dilapis dengan UU tindak pidana pencucian uang.

“Tim penyidik akan terus mendalami hasil dari pengungkapan pelaku yang baru kita amankan. Kami akan profesional dalam mengungkap jaringan sindikat pengiriman PMI ilegal ini, karena akibat dari tindak pidana ini sudah cukup banyak yang menjadi korban. Sebanyak 19 orang sudah dilakukan repatriasi tahap pertama maupun kedua,” tutupnya.

Ditempat yang sama Dirkrimum Polda Kepri, sekaligus Wakasubsatgas II penegakan hukum operasi misi kemanusiaan internasional, Kombes Pol Jefri Siagian menambahkan, bahwa tersangka M berperan sebagai perekrut atau pengumpul PMI dari berbagai daerah yang kemudian dibawa ke Tanjung Uban.

“Peran M alias Ong sebagai pengumpul PMI ilegal dari berbagai daerah kemudian dibawa ke Tanjung Uban, selanjutnya M berkomunikasi dengan tersangka A yang terlebih dahulu diamankan untuk membawa ke wilayah Malaysia,” jelas Kombes Pol Jefri.

Untuk sementara ini 4 pelaku yang sudah kita tahan dan tetapkan sebagai tersangka. Sementara terkait dengan jaringan di Malaysia masih kita dalami.

“Kalau sudah ada perkembangan tentunya kita akan koordinasikan kembali dengan Kasatgas yang akan menindaklanjuti dengan negara tetangga Malaysia,” pungkasnya.

(Yyn)

  • Bagikan