
KUTIPAN – Terdakwa Fandias dan Juni Hendrianto dijatuhi hukuman 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, pada Kamis (27/2/2025).
Fandias terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil perjudian online jaringan internasional melalui penukaran mata uang digital.
Pembacaan vonis dipimpin oleh majelis hakim PN Batam, Vabiannes Stuart Wattimena, Twis Retno Ruswandari dan Welly Irdianto.
Dalam persidangan Vabiannes Stuart Wattimena mengatakan, setelah mendengar keterangan saksi-saksi ahli dan mengumpulkan barang bukti serta mendengar keterangan terdakwa.
Menimbang dan seterusnya, menyatakan bahwa Fandias dan Juni Hendrianto telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membantu membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian.
“Perbuatan tersebut melanggar Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” ujar Vabiannes Stuart Wattimena.
Selanjutnya Vabiannes Stuart Wattimena menyebutkan bahwa terdakwa Fandias Tan, Juni Hendrianto terbukti melakukan dan turut serta melakukan perbuatan penerima yang dengan sengaja menerima atau menampung, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, suatu dana yang diketahui atau patut diduga berasal dari perintah transfer dana yang dibuat secara melawan hukum.
“Perbuatan para terdakwa telah melanggar Pasal 82 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” ujar Vabiannes Stuart Wattimena.
Masih menurut Vabiannes Stuart Wattimena bahwa perbuatan dari terdakwa Fandias Tan dan Juni Hendrianto telah melakukan perbuatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
“Setiap orang yang berada di dalam atau di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang turut serta melakukan percobaan, pembantuan, atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana pencucian uang, yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 huruf t melanggar Pasal 3 juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan Pencucian Uang sebagaimana dalam dakwaan kesatu pertama dan kedua subsidair dan ketiga penuntut umum,” jelas Vabiannes Stuart Wattimena.
“Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dengan pidana yaitu, dengan pidana penjara masing-masing selama 2 tahun dan denda sejumlah Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan,” kata Vabiannes Stuart Wattimena.
Terkait vonis ini, ada hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.
Keadaan yang memberatkan: perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah tentang pemberantasan perjudian.
Adapun keadaan yang meringankan, para terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan para terdakwa belum pernah dihukum.
Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Piter Louw menuntut direktur PT Dias Makmur Sejahtera (PT DMS) atas nama Fandias dan Juni Hendrianto (karyawan PT DMS) dengan pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp. 4.375.000.000 subsider 8 bulan kurungan.
Diketahui, Terdakwa Fandias, Direktur PT Dias Makmur Sejahtera dan Juni Hendrianto terlibat dalam kasus distribusi informasi elektronik terkait perjudian online W88 yang diamankan pihak Kepolisian di lantai 7 Apartment Sky Garden, Kota Batam.
Usai mendengar vonis hakim, terdakwa Fandias dan Juni Hendrianto menerima putusan itu. “Terima yang mulia,” ucap kedua terdakwa secara bergantian.
Selanjutnya Vabieannes bertanya kepada JPU mengenai putusan tersebut. JPU mengatakan “Pikir-pikir yang mulia,”.
Kedua terdakwa Fandias dan Juni Hendrianto selama menjalani sidang di PN Batam terlihat tidak didampingi Penasehat Hukum.
Sementara, terdakwa yang diancam hukuman penjara di atas 5 tahun wajib didampingi oleh pengacara. Hal ini diatur dalam Pasal 56 KUHAP. (Yuyun).