Tak Terima Dipecat, Mantan Karyawan Ayam Penyet di Batam Gorok Leher Anak Majikannya

  • Bagikan
Karyawan Ayam Penyet di Batam Gorok Leher Anak Majikan

KUTIPAN.CO – Merasa kesal dan sakit hati lantaran dipecat dari pekerjaannya, karyawan ayam penyet lamongan berinisial MA (19) tega menganiaya FM (13) anak dibawah umur yang merupakan anak majikannya.

Kapolsek Lubuk Baja AKP Satria Nanda, SIK mengatakan, pelaku merupakan karyawan ayam penyet Lamongan depan Hotel Lovina Inn, Lubuk Baja. Pelaku sudah 2 bulan bekerja dan tinggal di rumah korban.

“Pelaku tinggal di salah satu kamar rumah korban, jadi pelaku sudah tau betul rumahnya,” katanya

Dijelaskan AKP Satria, kejadian berawal pada hari Minggu (4/7/2021) sekitar pukul 20.15 Wib pelaku masuk kerumah korban yang beralamat di Perumahan Baloi Centre Blok C No. 124 RT 004 RW 003 Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Saat pelaku masuk ke rumah korban, pelaku kaget bertemu dengan korban sehingga pelaku langsung membekap mulut korban kemudian mengambil karter yang ada dibawah kompor dan langsung menggorok leher korban sehingga menimbulkan luka yang besar.

“Saat itu korban sempat kabur dan kakak korban datang melihat ada keributan. Kakaknya juga sempat dipukul oleh pelaku setelah itu pelaku langsung kabur meninggalkan rumah tersebut,” ucap AKP Satria, Rabu (7/7/2021) di Mapolsek Lubuk Baja.

Karyawan Ayam Penyet di Batam Gorok Leher Anak Majikan

Beruntung kejadian tersebut langsung diketahui oleh orang tua korban dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth untuk mengobati luka korban.

Kemudian sekira pukul 22.00 WIB orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Baja, dan selanjutnya Kanit Reskrim beserta tim opsnal melakukan penyelidikan serta mencari saksi dan barang bukti.

“Alhamdulillah pada Selasa (6/7/2021) sekira pukul 08.30 WIB tim mendapat informasi bahwa pelaku berada di ruko Seraya Blok C No. 20 Kecamatan Batu Ampar. Selanjutnya tim bergerak ke lokasi dan sesampainya di lokasi langsung menangkap dan mengamankan pelaku,” jelas AKP Satria.

Dari hasil pemeriksaan, motifnya karena pelaku tidak puas dengan keputusan orang tua korban yang memecat pelaku, karena pelaku sudah bekerja 2 bulan, ia harus kehilangan pekerjaan dan tidak boleh lagi tinggal dirumah tersebut sehingga pelaku ada niat ingin mencelakai anak korban.

“Barang bukti yang berhasil diamankan yakni 1 buah pisau karter warna biru, 1 helai baju motif warna warni dan 1 helai singlet putih,” ungkapnya

Pelaku dikenakan Pasal 80 Ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 351 Ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Kapolsek mengimbau terhadap orang tua khususnya yang mempekerjakan karyawan dan tinggal dirumahnya untuk tetap melakukan pembatasan sebisa mungkin tidak usah tinggal dirumah. Sebisa mungkin apabila ada permasalahan konflik dengan karyawan diselesaikan dengan seminimal mungkin untuk menghindari timbulnya konflik yang bisa memicu kejahatan lainnya.


Report : Yuyun

  • Bagikan