Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Indonesia

Tak Jadi Mengundurkan Diri, Kasat Sabhara Blitar Ditarik ke Polda Jatim

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko (Foto: detikcom)
Kasat Sabhara Blitar yang dikabarkan mengundurkan diri akibat dari seringnya mendapat cacian dari Kapolres nya tidak jadi mengundurkan diri

KUTIPAN.COKabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo mengungkapkan pengunduran diri Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus hendro Susetyo tidak jadi mengundurkan diri sebagai anggota polisi, keputusan itu dipilih Agus usai mendapat konseling dari Polda Jatim.

“Tiadk jadi mengundurkan diri, dia tetap menjadi polisi,” ungkap Kombes Truno dilansir dari detik.com, Sabtu (3/10/2020).

Meski jabatannya masih menjadi Kasat Sabhara Polres Blitar, AKP Agus untuk sementara waktu AKP Agus ditarik ke Polda Jatim.

“Dia masih Kasat Sabhara, sementara ditarik ke Polda jatim,” ungkapnya.

Sebelumnya, Agus datang ke Polda Jatim, Kamis (1/10) dengan membawa surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri.

Pelaku Pungli Pada Supir Berhasil Diringkus Polisi

“Jadi saya datang ke Polda Jatim saya sengaja mengirim surat pengunduran diri saya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jadi hari ini saya resmi mengundurkan diri kepada Bapak Kapolda, nanti tembusannya Bapak Kapolri dan lain-lain. Hari ini sudah saya ajukan tinggal tunggu proses lebih lanjut,” kata Agus di Mapolda Jatim, Kamis (1/10/2020).

Agus menambahkan hatinya tidak bisa menerima dengan perlakuan arogansi Kapolres kepada anak buahnya. Tak hanya itu, Agus mengakui dalam bertugas memang setiap anggota polisi tidak selalu sempurna. Namun, dia tidak terima dengan setiap umpatan kasar yang dilontarkan kepadanya dan anggota lain.

“Alasan saya mengundurkan diri karena saya tidak terima, hati saya tidak bisa menerima selaku manusia dengan arogansi Kapolres saya. Sebenarnya ini sudah akumulasi dari senior saya. Akumulasi kasat yang lain,” kata dia

“Namanya manusia tentu ada kelebihan dan kekurangan. Setiap beliau marah, ada yang tidak cocok itu maki-makian kasar yang diucapkan. Mohon maaf, kadang sampai menyebut binatang, bajingan dan lain-lain. Yang terakhir, sama saya sebenarnya tidak separah itu. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah dan lain-lain,” ungkap Agus.

Editor : Fikri
Source : Detik.com

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply