Connect with us

Kutipan Berita

Tahun 2020 BNNP Kepri Berhasil Ungkap 54 Kasus Narkotika, Berikut Barang Bukti Yang Disita

Published

on

BNNP Kepri Berhasil Ungkap

KUTIPAN.CO – Sepanjang tahun 2020 Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau berhasil mengungkap 25 jaringan peredaran gelap narkotika dan 54 tindak pidana narkotika dengan 67 tersangka.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan saat konferensi pers, di Kantor BNNP Kepri, Batam, Rabu (30/12/2020).

Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan mengatakan, dari 54 tindak pidana narkotika dengan 67 tersangka, jumlah barang bukti yang disita sepanjang tahun 2020 yakni narkoba jenis Sabu sebanyak 92.571,12 Gram, Ekstasi 3.410 Butir dan Ganja 3,75 Gram.

“Banyaknya kasus dan jumlah barang bukti yang diungkap merupakan bukti dari kerja keras BNN Provinsi Kepulauan Riau dan Jajaran serta sinergi yang kuat dengan instansi terkait baik Polri, TNI dan Bea Cukai,” ucap Richard.

Baca :  Polres Lingga Musnahkan Puluhan Pohon Ganja dan Bijinya

Langkah pemberantasan tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan jika tidak diimbangi dengan demand reduction atau pengurangan permintaan narkoba melalui langkah pencegahan.

Richard menambahkan, BNNP Kepri terus melakukan berbagai upaya pencegahan yaitu membangun jejaring berwawasan anti narkoba, pemberdayaan peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih narkoba, pemberdayaan kawasan rawan atau masyarakat rentan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sosialisasi bahaya narkoba dan kampanye stop narkoba.

“Kita telah bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait dalam membangun jejaring berwawasan anti narkoba di 32 lembaga baik di instansi pemerintah, swasta, lingkungan pendidikan dan masyarakat dengan dokumen kerjasama (MOU) yang terbentuk sebanyak 39 dokumen,” ungkapnya.

Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, BNN Provinsi Kepulauan Riau telah melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba dan kampanye stop narkoba kepada 12.111 orang dan pembentukan relawan anti narkoba sebanyak 214 orang.

Baca :  Anggaran Lem Aibon Rp 82 Miliar, Menteri Keuangan Turun Tangan

Selanjutnya BNNP Kepri juga telah melaksanakan pemetaan terhadap kawasan rawan/masyarakat rentan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan melakukan intervensi melalui program pemberdayaan anti narkoba.

Tahun 2018 dilaksanakan di Belakang Padang dan Tanjung Uma (Batam) dengan jumlah peserta 30 orang dan tahun 2019 dilaksanakan di Teluk Uma (Karimun), Tanjung Uma dan Mukakuning (Batam) dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang.

Sementara itu, pada tahun 2020 program ini dilaksanakan di Mukakuning (Batam) dan di Teluk Uma (Karimun) dengan jumlah peserta 30 orang.

“Melalui program ini masyarakat diharapkan tidak tergiur dengan bisnis narkoba tapi menjadi produktif dengan pekerjaan yang legal dan halal,” kata Richard.


Reporter : Yuyun
Editor : Fikri

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan