KUTIPAN – Seorang warga Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau kembali mengirimkan surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait kondisi ekonomi dan minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Lingga.
Surat itu merupakan surat kedua yang dikirimkan oleh Edward, warga Bukit Kapitan, Dabo Singkep, setelah surat pertamanya belum mendapat tanggapan hingga saat ini.
Dalam keterangannya, Edward mengaku tetap berharap isi surat tersebut dapat dibaca langsung oleh Presiden demi menyampaikan kondisi masyarakat di Kabupaten Lingga yang dinilainya sedang tidak baik-baik saja.
“Ini surat kedua, mudah-mudahan ditanggapi, surat yang pertama sampai hari ini belum ada jawaban,” ungkap Edward, Rabu (20/5/2026).
Edward mengatakan, apabila surat kedua tersebut belum juga mendapat respons, dirinya berencana kembali mengirim surat ketiga kepada Presiden.
“Kalau surat kedua ini tidak ditanggapi saya akan kirim lagi surat yang ketiga, harapan kita dibaca dan diliriklah isi dari surat ini,” katanya.
Menurut Edward, isi surat tersebut berfokus pada persoalan ekonomi masyarakat, terbatasnya lapangan pekerjaan hingga persoalan investasi dan tambang rakyat di Kabupaten Lingga.
“Maksud dari surat ini menyampaikan situasi dan kondisi di lapangan menyangkut permasalahan ekonomi kita kemudian lapangan pekerjaan kita yang sampai saat ini miris,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, surat itu memang dikirim atas nama pribadi, namun substansi yang disampaikan merupakan aspirasi masyarakat luas di Dabo Singkep.
“Saya berharap ada tanggapan, di surat ini saya kirim atas nama pribadi tapi untuk kepentingan orang banyak,” ujarnya.
Dalam surat tersebut, Edward juga menyinggung investasi perusahaan PT Tianshan yang disebut telah menunggu izin operasional selama lebih dari tiga tahun.
Menurutnya, keberadaan investasi tersebut sangat diharapkan masyarakat karena diyakini mampu membuka ribuan lapangan pekerjaan baru bagi warga Lingga.
“Ada beberapa hal yang saya sampaikan dalam surat ini, terkait PT Tianshan, kemudian terkait timah,” katanya.
“Tianshan ini kita butuh investasi dan lapangan pekerjaan,” sambung Edward.
Ia mengungkapkan, salah satu kendala yang membuat perusahaan tersebut belum beroperasi adalah persoalan lahan yang berkaitan dengan area latihan militer dan hingga kini belum mendapat kejelasan dari pemerintah pusat.
“Perusahaan Tianshan sendiri saya mendapat informasi akan investasi puluhan triliun dan membutuhkan lapangan pekerjaan ribuan tenaga kerja,” ujarnya.
Edward berharap Presiden Prabowo dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut karena dinilai akan berdampak besar terhadap pemulihan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lingga.
“Untuk itu besar harapan kami agar Pak Presiden memberikan izin pada perusahaan Tianshan karena apabila bapak presiden izinkan tentu akan memperbaiki ekonomi dan tenaga kerja di Dabo Singkep,” katanya.
Selain persoalan investasi, Edward juga menyoroti aktivitas tambang timah rakyat yang menurutnya menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.
“Timah ini ada tambang rakyat, mereka mengambilnya itu untuk hidup bukan untuk kaya,” tuturnya.
Dalam suratnya, Edward juga menggambarkan kondisi ekonomi Kabupaten Lingga yang semakin berat akibat minimnya pembangunan dan terbatasnya lapangan pekerjaan.
Ia menyebut banyak masyarakat Lingga yang akhirnya memilih merantau dan bekerja ke daerah lain seperti Batam, Tanjungpinang hingga Karimun.
“Terutama di pembangunan, dengan tidak adanya pembangunan di daerah otomatis tidak adanya lapangan pekerjaan yang tersedia untuk masyarakat sehingga masyarakat Lingga keluar bekerja,” ujarnya.
Edward menilai keberadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini masih menjadi salah satu penopang utama roda ekonomi daerah.
“Untung masih ada ASN ini sedikit membantu Kabupaten Lingga untuk bertahan,” katanya.
Ia berharap surat yang kembali dikirimkannya tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah pusat agar kondisi ekonomi masyarakat Lingga bisa segera membaik.
Laporan: Dito | Editor: Fikri




