Foto : Ist

KUTIPAN.co – Inspeksi Mendakak (Sidak) yang dilakukan oleh Satgas Kemenkumham Kanwil Sulawesi Selatan di Blok Narkoba Rutan (Rumah Tahanan) kelas 1 Makasar, petugas menemukan barang-barang terlarang. Sidak tersebut dilakukan atas adanya laporan peredaran barang haram di dalam Rutan tersebut.

“Temuan saset, alat isap, dan timbangan membuktikan adanya indikasi kuat peredaran narkoba di dalam rutan. Kuat dugaan ada oknum pegawai rutan sendiri yang berkhianat. Nanti kami akan lakukan pengembangan melibatkan BNN dan kepolisian,” ujar Taufiqurrakhman, Jumat (13/12/2019).

Dalam sidak yang melibatkan BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Sulsel dan anggota Polrestabes Makassar, para petugas menemukan barang-barang antara lain saset kristal bening yang diduga garam, pireks, alat timbang elektrik, puluhan saset kosong yang biasa digunakan sebagai kemasan sabu, ponsel dan charger-nya, pisau, gunting, hingga palu.

Lebih jauh dikatakan Taufiqurrahman, pihaknya tidak memberi ruang kepada oknum pegawai rutan yang terlibat peredaran narkoba di dalam rutan. Selama 2019, lanjutnya, ada tiga sipir yang sedang diproses pemecatannya karena terlibat dalam penyelundupan sabu ke dalam Rutan.

“Kami zero toleransi pada oknum yang terlibat. Kami sudah sangat serius berusaha memeriksa agar barang-barang haram tidak bisa masuk ke dalam rutan, tapi tetap saja ada yang bobol. Kami akan terus selidiki dan melakukan evaluasi pada para pegawai Rutan,” kata Taufiqurrahman dilansir dari Detikcom.

Diketahui dalam Blok F dan G, yang terdiri atas 31 kamar, ditempati 970 tahanan kasus narkoba yang sedang menjalani proses pengadilan. Total penghuni Rutan Makassar sebanyak 2.543 orang dan 588 orang di antaranya berstatus narapidana.

Editor : Kri