
KUTIPAN – Di lembaga pemasyarakatan, waktu makan biasanya identik dengan antre, hitung-hitungan porsi, dan jadwal yang tak bisa ditawar. Tapi pada satu waktu di Lapas Kelas III Dabo Singkep, suasana itu bergeser sedikit. Bukan karena menunya mendadak berubah jadi istimewa, melainkan karena meja makan hari itu dipakai juga untuk membuka percakapan.
Kepala Sub Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasubsi Kamtib) Lapas Kelas III Dabo Singkep, Leo Chandra, bersama jajaran pengamanan, memilih duduk dan makan siang bersama warga binaan pemasyarakatan. Tanpa podium, tanpa jarak yang biasanya dijaga rapi. Hanya, piring, dan obrolan yang mengalir sebagaimana mestinya.
Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Lapas Kelas III Dabo Singkep dalam suasana aman, tertib, dan penuh keakraban. Makan siang bersama tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis yang dilakukan jajaran petugas pemasyarakatan untuk mempererat komunikasi dengan warga binaan.
Di sela suapan, percakapan santai pun terjadi. Leo Chandra berdialog langsung, mendengarkan masukan, aspirasi, hingga keluhan yang disampaikan warga binaan. Tidak dalam format resmi yang kaku, melainkan lewat obrolan sehari-hari yang sering kali justru lebih jujur.
“Kami ingin membangun komunikasi yang lebih dekat. Dengan duduk dan makan bersama, kami bisa saling memahami, mendengar langsung apa yang dirasakan warga binaan,” ujar Leo Chandra.
Selain mendengar, Leo Chandra juga menyampaikan arahan dan motivasi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, mematuhi tata tertib yang berlaku, serta mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya soal membangun suasana kebersamaan. Makan siang bersama juga menjadi cara sederhana namun efektif untuk memantau langsung pelayanan makanan yang diterima warga binaan mulai dari kualitas, kebersihan, hingga kelayakan menu yang disajikan.
Dengan ikut makan bersama, jajaran pengamanan bisa melihat langsung apa yang tersaji di piring warga binaan, tanpa laporan berlapis atau jarak administratif. Pengawasan dilakukan sambil duduk, bukan sambil berdiri.
“Kami ingin memastikan hak dasar warga binaan, termasuk pelayanan makanan, benar-benar terpenuhi sesuai ketentuan,” kata Leo Chandra.
Melalui kegiatan semacam ini, Lapas Kelas III Dabo Singkep berharap tercipta hubungan yang lebih harmonis antara petugas dan warga binaan. Rasa saling percaya diupayakan tumbuh, dan suasana keamanan serta ketertiban tetap terjaga secara kondusif.





