Sempat Jatuh Korban, Udin P Sihaloho Sesalkan Pembongkaran Pasar Induk Jodoh Disaat PPKM Level 4

  • Bagikan
Pembongkaran Pasar Induk Jodoh Disaat PPKM Level 4

KUTIPAN.CO – Anggota Komisi II DPRD Kota Batam sesalkan adanya kegiatan pembongkaran pasar induk Jodoh Kota Batam, disaat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dan sempat ada pedagang yang meninggal dunia.

Anggota Komisi II DPRD kota Batam, Udin P Sihaloho, SH menyebutkan, turut berduka cita kepada keluarga daripada pedagang yang meninggal dunia, meski diketahui korban ada penyakit bawaan yakni penyakit jantung.

“Memang kita menyesali kenapa pembongkaran ini justru dilakukan pada saat PPKM level 4 ini, kalau pun sebelumnya ada sosialisasi yang baik ke masyarakat mungkin tidak seperti ini kejadiannya,” ucap Udin saat dikonfirmasi, pada Selasa (27/7/2021).

Sebenarnya pasar induk itu sudah tidak layak untuk ditempati atau dihuni karena umurnya sudah 25 tahun lebih, artinya sudah tidak layak karena memang sebetulnya tidak ada perawatan selama ini.

Lanjut Udin, dan kepada Pemerintah Kota kenapa sewaktu PPKM level 4 ini dilakukan pembongkaran terhadap pasar induk Jodoh.

“Sebelumnya juga sudah pernah dilakukan penertiban namun endingnya tidak ada, kecuali pada saat penertiban sebelumnya langsung dibangun. Jadi masyarakat saat ini kasihan, mereka untuk bertahan hidup saja agak susah dengan kondisi ekonomi yang ambruk seperti ini,” jelas Udin.

Ia mengimbau kepada masyarakat duduk bersamalah antara masyarakat dengan Pemko Batam, masyarakat disana kan ada asosiasi, panggil beberapa perwakilan dari pedagang disana.

“Berikan satu jaminan jika nantinya pasar induk dibangun kembali atau di relokasi kembali utamakan para pedagang yang disana dulu untuk dapat tempat lapak, sehingga bisa terus melanjutkan aktivitasnya,” tambah Udin.

Udin menyebut, ia bukan mau menghambat pembangunan, harus dukung karena memang dibeberapa daerah untuk mencari dana seperti pembangunan ini sulit, mungkin cara dan pendekatannya yang kurang terpuji tidak tepat waktunya.

Diberitakan sebelumnya seorang wanita bernama Friska Ginting (42) dikabarkan meninggal dunia lantaran terkejut melihat alat berat dan tim terpadu yang turun melakukan pembongkaran dan penggusuran pasar induk Jodoh, pada Senin (26/7/2021) kemarin.

Salah satu warga pasar Induk Jodoh, Bony Ginting mengatakan, jika Friska Ginting kaget karena melihat alat berat dan tim terpadu datang ke lokasi pasar induk Jodoh. Padahal belum ada pemberitahuan tentang pembongkaran dan penggusuran tersebut.

“Sebelumnya kita sudah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Batam, namun saat RDP belum ada instruksi untuk melakukan penggusuran pasar induk Jodoh,” ucap Bony.

Bony menambahkan, saat kejadian pihaknya tidak mendapat bantuan medis dari tim terpadu, namun keluarga berinisiatif untuk mengangkat jasad Friska Ginting.

“Tidak ada sama sekali bantuan dari tim medis, ini murni warga yang mengangkat jenazah. Kita meminta pertanggungjawaban dari Kadisperindag sebab mereka tidak melakukan koordinasi dengan warga untuk melakukan penggusuran,” jelas Bony.

Pihaknya mempertanyakan mengapa di tengah pemerintah memberlakukan PPKM malah melakukan pembongkaran dan penggusuran yang mengundang banyak orang berkumpul.

“Kita meminta pertanggungjawaban Gustian Riau selaku penanggung jawab kegiatan penggusuran ini,” pungkasnya.

Atas adanya musibah tersebut, dari hasil pantauan kegiatan pembongkaran dan penggusuran pasar induk Jodoh dihentikan sementara.


Report : Yuyun
Editor : Fikri

  • Bagikan