Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Indonesia

Sempat Dipecat Bupati, Gugus Tugas Minta 109 Tenaga Medis Dipekerjakan Kembali

KUTIPAN.CO – Sebelumnya 109 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir sempat dipecat akibat dari tidak masuk kerja, pemecatan tersebut direstui oleh Bupati Ogan Ilir. Namun Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Sumatera Selatan meminta para Nakes (Tenaga Kesehatan) yang dipecat tersebut dipekerjakan kembali.

Hal tersebut disebabkan meningkatnya atau bertambahnya jumlah kasus infeksi Covid-19 di wilayah tersebut.

“Kami berharap nakes itu bisa dipekerjakan kembali. Penanganan Covid-19 di Sumsel belum selesai, malah mulai meningkat termasuk di Ogan Ilir. Sinergi kerja tim harus ditingkatkan agar penanganan Covid-19 cepat tuntas hingga pandemi selesai,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri , Senin (25/5/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel juga menyayangkan atas pemecatan sejumlah tenaga kesehatan yang disetujui oleh Bupati Ogan Ilir, karena menurut dia, tindakan tersebut akan memperparah keadaan di Ogan Ilir, terkait hal ini tenaga medis merupakan salah satu garda terdepan, dan tentunya agar kasus corona dapat teratasi dan dapat diminimalisir peran tenaga medis sangat dibutuhkan.

“Tentunya kami tidak sependapat atas pemecatan itu, karena kita sangat butuh peran tenaga kesehatan dalam hal penanganan kasus corona,” kata dia.

Berdasarkan data dari gugus tugas per Minggu (24/5/2020) di Ogan Ilir terdapat 45 kasus konfirmasi positif, empat orang di antaranya sembuh, 40 masih dirawat di rumah sakit, dan satu lainnya meninggal dunia.

Diketahui, pasien yang meninggal adalah pasien nomor kasus 276 yakni seorang balita berusia dua tahun pada Selasa (5/5) lalu.

Dan untuk saat ini Ogan Ilir merupakan salah satu wilayah transmisi lokal dan ditetapkan sebagai zona merah.

Meski kata Yusri, saat ini masih ada ratusan nakes lainnya yang bekerja di RSUD Ogan Ilir, namun dalam penanganan kasus corona ini peran tenaga medis sangat dibutuhkan untuk melakukan tindakan medis terhadap para pasien reaktif dan terkonfirmasi positif virus corona.

“Apalagi petugas akan kelelahan kalau terus-menerus bekerja. Untuk meningkatkan efektifitas perawatan itu perlu ada tenaga ekstra sehingga tenaga kesehatan bisa bekerja secara bergantian,” tuturnya.

Terkait hal ini, sebelumnya semoat diberitakan Bupati Ogan Ilir menyetujui pemecatan 109 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir akibat dari mangkir kerja, yang tertuang dalam SK Keputusan Bupati Ogan Ilir nomor 191/KEP/RSUD/2020 disebutkan para tenaga medis telah meninggalkan tugas selama lima hari berturut-turut saat negara membutuhkan dalam rangka pencegahan pandemi Covid-19 yang ditetapkan sebagai bencana nasional.

Berdasarkan keterangan salah satu nakes yang dipecat, mereka mogok karena menuntut beberapa hal.

Pertama para tenaga medis perlu surat tugas untuk melakukan penanganan terhadap pasien Covid-19. Sedangkan RSUD Ogan Ilir bahkan mempekerjakan pegawai yang belum mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktek (SIP).

RSUD pun tidak memberikan pembekalan yang cukup terkait prosedur penanganan virus corona terhadap para tenaga kesehatan tersebut. Nakes yang mogok pun mengklaim ada keterbatasan jumlah alat pelindung diri (APD).

Penulis : Dainis
Editor : Fikri
Source : CNNIndonesia
Foto : Istimewa

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply