Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Karimun

Sempat Digruduk Sejumlah Pedagang, Masuk Fase New Normal, Bupati Karimun Beri Izin Pedagang Sediakan Makan Ditempat

KUTIPAN.CO – Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau kembali melonggarkan aturan-aturan pembatasan sosial dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Covid-19.

Hal ini lantaran konsep fase New Normal yang sudah di canangkan Pemerintah pusat bertepatan dengan gejolak para pelaku Usaha UMKM yang akhir-akhir ini sangat memprihatinkan.

Bupati Karimun Dr H Aunur Rafiq S.Sos M.Si akan mengizinkan para pelaku usaha seperti Restoran, Rumah Makan, Kedai Kopi dan lainnya untuk menyediakan makan atau minum di tempat kepada konsumennya.

“Kegiatan perekonomian akan kembali dibuka artinya rumah makan, restoran, kedai kopi dan lainnya yang selama ini kita batasi untuk tidak boleh makan di tempat akan kita perbolehkan kembali,” ujar Aunur Rafiq usai rapat pembahasan penerapan new normal di ruang Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, Kamis (28/5/2020).

Meski demikian, Rafiq meminta para pelaku usaha wajib mengikuti protokoler kesehatan apabila ingin menyediakan makan di tempat bagi konsumennya.

“Saat ini kita persilahkan pelaku usaha menyediakan tempat duduk, namun tetap dengan protokoler kesehatan, hal itu bertujuan agar konsumen yang datang dalam keadaan sehat dan sepulangnya juga dalam keadaan sehat,” kata Rafiq.

Sementara itu, mengenai pemberlakuan jam malam bagi masyarakat hingga saat ini masih dalam peninjauan kembali oleh Pemerintah Daerah.

“Aturan jam malam masih kita pertimbangkan, apabila 10 hari kedepan kondisi terus membaik seperti sekarang ini, aturan jam malam bagi masyarakat akan kita cabut,” jelasnya.

Rafiq berharap masyarakat paham bahwa segala kelonggaran dari pembatasan yang dilakukan di tengah Pandemi Covid-19 ini dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti bertambahnya pasien positif.

“Tidak bisa langsung sekaligus, kita pelan-pelan agar tidak kebablasan, diawal sudah bagus jangan sampai dipenghujung justru kita blunder,” pungkasnya.

Untuk diketahui, penertiban surat edaran Bupati Karimun kepada pedagang malam beberapa waktu lalu sempat menimbulkan polemik antara Pedagang Malam dan pihak Satpol PP yang melakukan penindakan dengan menyita kursi warung.

Atas hal itu, puluhan pedagang malam Kabupaten Karimun yang didampingi Kuasa Hukumnya Edwar Kelvin langsung menggeruduk Kantor Satpol PP dan meminta keadilan pada, Rabu (20/5/2020) lalu.

Edwar Kelvin juga langsung melayangkan Nota keberatan kepada Bupati Karimun dan sejumlah instansi lainnya. Jika Surat Edaran itu tidak segera di revisi, Edwar mengancam akan melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun.

“Sebelum memasukkan gugatan, Tim Kuasa harus melayangkan Nota Keberatan terlebih dahulu, dan itu telah kami lakukan dengan Nomor Surat 010/SU-TJSP/III/2020 Pada tanggal 26 Mei 2020 kemarin, namun jika Bupati sudah berkeinginan untuk merivisi tentu ini sudah menjadi solusi tidak perlu kita gugat lagi,” ucap Edwar.

Ia juga tidak memusingkan lanjut Edwar, apakah revisi surat edaran yang akan dilakukan Bupati Karimun dikarenakan Fase New Normal atau karena aspriasi masyarakat.

“Mau karena fase new normal atau karena masyarakat yang bergejolak, yang penting kan hasilnya, dan yang penting Edaran nya direvisi. Ini sebenarnya menunjukkan bahwa kebijakan New Normal yang akan di lakukan seirama dengan keadaan Masyarakat UMKM dimana sudah seharusnya meningkatkan ekonomi yang sempat merosot akibat pandemi Covid-19,” sambungnya.

Adapaun Permintaan yang dilayangkan oleh Kuasa Hukum pedagang malam tersebut yakni :

1. Tidak memberlakukan Jam Malam khusus kepada Pedagang Malam Kabupaten Karimun yang di data berdasarkan mekanisme Pemerintah.

2. Memperbolehkan Konsumen Para Pedagang Malam untuk dapat Makan/Minum ditempat dengan Jaga Jarak (Sosial Distancing) dan Jaga Jarak Fisik (Physical Distancing) serta mengutamakan Protokoler kesehatan dengan tetap berkoordinasi dengan Tim Gugus Covid-19.

Penulis : G. Boy
Editor : Fikri

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply