Satreskrim Polresta Barelang Ringkus Pelaku Pencabulan

  • Bagikan
Satreskrim Polresta Barelang

KUTIPAN.CO – Seorang laki-laki berinisial TNM berusia 44 tahun ditangkap Unit VI Sat Reskrim Polresta Barelang, karena diduga melakukan pencabulan pada anak dibawah umur hingga hamil.

Kasat Reskrim Kompol Reza Morandy Tarigan, SIK, MH mengungkapkan, diketahuinya terjadi pencabulan pada hari Kamis (23/9/2021) sekira pukul 08.00 WIB yang berawal dari kecurigaan orang tua korban atas perubahan perut anaknya yang membesar. Dugaan itu diperkuat ketika anak korban mengalami sakit pada perutnya.

Lalu, diungkapkan Kompol Reza, orang tua korban sebut saja Bunga (nama samaran) yang masih berusia 12 tahun itu membawa anaknya ke RS Elisabeth Lubuk Baja untuk dilakukan pemeriksaan atas keluhan sakit perut anaknya tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter ternyata korban dinyatakan hamil, kemudian ia bercerita kepada suster di rumah sakit bahwa ia hamil akibat perbuatan seorang laki-laki berinisial TNM yang ia kenal pada saat mengikuti Fashion Show beberapa waktu lalu,” ungkap Kompol Reza, Senin (27/9/2021).

Korban menjalin hubungan dengan pelaku tanpa sepengetahuan orangtuanya. Menurut pengakuan dari korban bahwa ia sudah beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pelaku.

“Korban masih dibawah umur dan belum pantas melakukan hubungan layaknya suami istri,” jelas Kompol Reza.

Atas laporan tersebut, pada hari Kamis (23/9/2021) sekira pukul 14.00 Wib Unit VI Sat Reskrim Polresta Barelang dan Opsnal Satreskrim Polresta Barelang melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan penyelidikan lapangan.

Dari hasil penyelidikan tersebut ditemukan alat bukti bahwa pelaku diduga melakukan persetubuhan anak di bawah umur.

Selanjutnya atas kejadian tersebut pelaku diamankan di parkiran BCS Mall oleh Opsnal Satreskrim Polresta Barelang dan dibawa ke Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan pasal 81 Jo 82 UU RI No.17 Tahun 2016, Penetapan peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 Miliar.


Report : Yuyun
Editor : Fikri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan