Satreskrim Polresta Barelang Amankan 2 Pelaku Modus Rekrut Calon PMI Lewat Facebook

  • Bagikan

KUTIPAN.CO – Dengan modus merekrut calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui media sosial, 2 orang pelaku diamankan unit VI Sat Reskrim Polresta Barelang, pada Jum’at (17/12/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Efendi mengatakan, pengungkapan berawal pada Kamis (16/12/2021) sekira pukul 14.30 WIB unit VI Sat Reskrim Polresta Barelang melihat status akun pelaku D (26) di Facebook bahwa akan memberikan fasilitas pemberangkatan PMI ke Singapura.

Dengan melihat status tersebut tim melakukan penyelidikan dan menemukan pemilik akun sedang bertemu seseorang yang sedang bertanya-tanya terkait pemberangkatan ke Singapura.

“Dengan temuan tersebut tim menyelidiki lokasi rumah sebagai tempat penampung PMI ilegal di perumahan Tiban Mas Residence Kecamatan Sekupang Kota Batam,” ucap AKP Efendi.

Lanjutnya, pada saat dilokasi tim bertemu dengan korban yang sudah ditampung oleh pelaku D sejak 2 Desember 2021 dan menemukan bukti-bukti administrasi persyaratan pemberangkatan PMI menuju Singapura.

Selanjutnya tim membawa bukti tersebut serta saksi-saksi untuk dimintai keterangan dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Ditempat yang sama, Kanit PPA Polresta Barelang, Ipda Dwi Dea Anggraini menambahkan dari hasil pemeriksaan dan interogasi pelaku D mengaku disuruh mencari calon PMI oleh pelaku S (38).

Selanjutnya tim melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku S yang saat itu sedang berada di Apartemen Sentra Timur.

Dari pengakuannya, pelaku D baru bekerja pada awal November 2021 dan sampai saat ini belum pernah mendapatkan upah kerja dari pelaku S.

Dengan berhasilnya diamankan kedua pelaku ini, tim berhasil selamatkan 9 orang korban yang akan diberangkatkan ke Singapura.

“Modus operandinya yakni pelaku menjanjikan kepada calon PMI untuk memfasilitasi dan memberangkatkan calon PMI hingga proses pemberangkatan ke Singapura,” jelas Ipda Dwi Dea.

Adapun barang bukti yang berhasil disita berupa handphone, pasport, tiket pesawat, In Principal Approval (IPA), the Immigration & checkpoints Authority (ICA) dan buku pengeluaran.

Kedua pelaku dikenakan Pasal 81 Junto Pasal 83 UU RI No. 18 tahun 2017 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp. 15 Miliar.

  • Bagikan