Sakit Hati Sering Dimaki, Sopir Angkot Nekat Tikam Temannya

WhatsApp Image at

Merasa tersinggung dan sakit hati lantaran sering di maki, pelaku HHB nekat menikam temannya sesama supir angkot. 

Harris Resort Batam

“Pelaku yang diamankan berinisial HHB (39) ditangkap di seputaran Bengkong Sarmen pada Selasa (29/3) sekira Pukul 01.40 WIB,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, Mapolresta Barelang, pada Kamis (31/03/2022).

Dijelaskan Kombes Pol Nugroho, pengungkapan berawal dari pelaku yang merasa tersinggung dan sakit hati atas perkataan korban J yang sering memaki dan berkata kasar kepada pelaku.

Kemudian pada hari Senin (28/03/2022) sekira pukul 21.30 WIB saat angkot yang dikendarai korban sedang mengalami bocor ban di tengah jalan masuk ke Ruko Sarmen tempat pelaku sedang minum tuak.

“Kemudian pelaku menghampiri korban dan berkata “pindahkan dulu mobilmu, baru buka bannya”. Namun korban tidak menghiraukan ucapan pelaku,” ucap Kombes Pol Nugroho.

Selanjutnya pelaku menghampiri korban yang sedang duduk langsung menarik kerah bajunya, lalu korban berdiri langsung meninju muka bagian pelipis sebelah kiri pelaku dan langsung di lerai oleh warga.

Saat itu korban berkata “nanti kalau kau tak sur, kita jumpa, tunggu aku selesai jemput penumpang”. Lalu pelaku kembali minum tuak dengan temannya yang bernama AL.

Lanjutnya, kemudian sekira pukul 23.00 WIB pelaku selesai minum tuak di warung lalu pergi menuju ke simpang Bengkong seken menggunakan angkot miliknya menunggu korban lewat.

Sekira pukul 23.30 WIB melihat korban lewat di jalan tersebut kemudian pelaku turun dari mobilnya dan mengambil 1 buah gunting yang terletak diatas dashboard mobil dan dimasukan kedalam kantong celana bagian belakang.

“Setelah bertemu kemudian korban dan pelaku duduk berdampingan di atas trotoar jalan, dan terjadi pertengkaran mulut. Karena pelaku kesal dan sakit hati dengan ucapan korban, pelaku secara diam-diam mengambil gunting yang ia simpan dalam saku celananya lalu menusukan ke arah leher bagian tenggorokan sebelah kanan korban,” tambahnya.

Setelah menusukkan gunting ke leher korban, pelaku melihat dari leher korban mengeluarkan percikan darah dan pelaku langsung melarikan diri sambil membawa gunting menuju mobil dan pergi meninggalkan korban menuju Bengkong Pelapa I untuk menyembunyikan angkot yang dikendarainya.

Setelah itu pelaku pergi berjalan kaki menuju arah Bengkong Sarmen namun ditengah perjalanan tepatnya di Ruko Sarmen pelaku sudah ditangkap dan diamankan oleh Polsek Bengkong dan Opsnal Satreskrim Polresta Barelang.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa Ke Polresta Barelang guna proses lebih lanjut.

Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan Pasal 340 KUHP atau pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup Jo Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Pemkab Karimun