Ryan, Anak Muda Busung Panjang Maju Sebagai Cakades

  • Bagikan

KUTIPAN.CO – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak akan dilaksanakan pada 21 Juli mendatang. Menariknya, pada kontestasi serentak Pilkades di Kabupaten Lingga ada beberapa nama anak muda muncul manjadi calon.

Salah satunya, Nobaryansyah yang merasa terpanggil untuk ikut berkompetisi pada ajang Pilkades Desa Busung Panjang, Kecamatan Posek.

Anak Muda kelahiran Pulau Panjang 18 Oktober 1995 ini tampil, menjadi calon termuda yang ikut Pilkades. Muda adalah potensi. Hal ini sebuah fenomena yang sering disebut dengan bonus demografi, dimana generasi usia produktif akan lebih banyak dan mendominasi dibanding usia non produktif. Tentu ini kolaborasi positif antara generasi anom dan sepuh.

“Saya rasa sekarang ini kaum atau generasi muda sudah mulai sadar tentang bagaimana membangun sebuah desa. Pemuda mulai ingin terlibat dalam proses pembangunan,” kata dia, saat dihubungi, Selasa (13/07/2021).

Kesehariannya memang tegas dalam membela aspirasi masyarakat ditempatnya. Mantan Ketua Mahasiswa Lingga Kota Tanjungpinang tersebut juga dikenal sebagai aktivis muda yang sering kali turun kejalan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Bahkan motivasinya untuk ikut bersaing tak lepas juga dari dorongan dan semangat orang-orang disekillingnya.

“Saya maju sebagai Cakades, dapat nomor urut dua,” tegas dia.

Potensi Generasi muda desa tidak boleh dipandang sebelah mata, karena tidak sedikit pemimpin bangsa lahir menjadi anak desa. Di desa lah anak muda diperkenalkan moral Indonesia yang sesunguhnya. Dimana masih sangat hidup arti kesederhanaan, kebersamaan, gotong royong, tenggang rasa, saling menghargai satu sama lain.

Generasi muda adalah bagian masyarakat yang potensial dalam membangun suatu perubahan. Sejarah membuktikan bahwa kehadiran dari Gerakan yang diprakarsai oleh golongan muda, sangat efektif dan kebanyakan dapat terselesaikan.

“Komitmen kami adalah tenaga untuk mewujudkan cita-cita masa depan. Kami hanya butuh kesempatan, untuk berbuat banyak demi memajukan tanah kelahiran,” papar dia.

Menurutnya, dunia perpolitikan kelas pedesaan merupakan kontestasi politik yang sesungguhnya. Banyak permasalahan dapat timbul dari para sepuh di desa, mungkin adalah penerimaan dari cita-cita pemuda desa. Maka itu butuh keberanian dan percaya diri memang, untuk berkomunikasi langsung dengan para sepuh yang syarat pengalaman.

“Kami anak muda, menawarkan masa depan, agar akselerasi pembangunan cepat tercapai,” lanjutnya.

Dalam perkembangan zaman yang semakin canggih dan teraktual, aktivitas generasi muda sangat akrab dengan kecepatan informasi dan perkembangan teknologi. Hal ini dipercaya menjadi modal besar bagi generasi milenial untuk tidak lagi acuh terhadap pembangunan di desa.


Report : Arp

  • Bagikan