Residivis Jambret Anak Dibawah Umur Kembali Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Residivis Jambret

KUTIPAN.CO – Residivis anak dibawah umur berinisial RA (16) kembali berurusan dengan polisi. Pasalnya ia kembali melakukan penjambretan di jalan raya turunan depan RS Santa Elisabeth Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Kapolsek Lubuk Baja AKP Budi Hartono mengatakan, pelaku merupakan residivis anak dibawah umur yang berhasil diamankan tim gabungan Subdit 3 Reksrimum Polda Kepri dan Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja pada hari Selasa (9/11/2021) sekira pukul 23.30 WIB.

“Kejadian berawal pada hari Rabu (3/11/2021) sekira pukul 19.30 WIB, korban ML (45) pulang dari Gereja Santo Petrus dengan berjalan kaki sendirian. Pada saat berada di jalan raya turunan Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja, tiba-tiba dari arah belakang sebelah kanan datang sepeda motor yang dikendarai oleh 2 orang pelaku dan langsung menarik paksa tas milik korban dari bahu kanannya,” ungkap AKP Budi, Rabu (10/11/2021)

“Saat itu korban pun terjatuh dan tasnya berhasil diambil pelaku dan langsung melarikan diri dengan menancap gas sepeda motor,” ujar AKP Budi

Akibat kejadian tersebut korban kehilangan 1 buah tas berisi 4 HP, 1 buah kotak HP, uang tunai Rp 300.000, KTP, Kartu BPJS, Kartu NPWP dan ATM BRI dengan kerugian sebesar Rp 5 juta.

Selanjutnya, ungkap AKP Budi, tim Subdit 3 Ditreskrimum Polda Kepri yang dipimpin oleh Ps. Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Andri Kurniawan, S.I.K., M.H melakukan penyelidikan guna mendapatkan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Berdasarkan informasi yang didapatkan tim berhasil mengetahui keberadaan pelaku dan langsung menangkap RA di kosannya yakni di Kampung Utama Atas Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam,” jelas AKP Budi.

Selanjutnya pelaku di bawa ke Polsek Lubuk Baja. Dari hasil interogasi pelaku mengakui telah menjambret bersama rekannya berinisial J (DPO) yang saat ini masih dalam pengejaran.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni 1 unit HP merk Samsung Galaxy Tab 3V warna putih dan 5 kotak HP berbagai merk.

“Pelaku memang dibawah umur berstatus sudah menikah sirih dan merupakan residivis tindak pidana curat pada bulan maret 2021, sehingga kali ini saya rasa pelaku bisa lanjut menggugurkan diversi anak berhadapan dengan hukum untuk dijerat pasal pencurian disertai dengan kekerasan Pasal 365 ayat (2) Ke-2e KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara,” kata AKP Budi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan