Rebutan Lahan Parkir, Pelaku Tikam Pedagang Cendol Hingga Tewas di Pasar Samarinda Jodoh

  • Bagikan
Pasar Samarinda Jodoh

KUTIPAN.CO – Sempat Cekcok rebutan lahan parkir dan sakit hati, SP (25) tega menikam Budi Damanik (36) pedagang cendol, di Jalan depan Pasar Samarinda Tos 3000 Jodoh, Kecamatan Lubuk Baja, kota Batam, pada Minggu (9/5/2021) lalu sekira pukul 15.30 WIB.

“Pelaku SP diamankan di Medan Sumatera Utara tepatnya di rumahnya yang saat itu ingin mencari pekerjaan baru,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Juwita Oktaviani didampingi Kapolsek Lubuk Baja, AKP Satria Nanda, SIK dan Kasi Humas Polresta Barelang, Iptu Tigor Sidabariba, SH, di Mapolsek Lubuk Baja, Kamis (17/6/2021).

Dijelaskan AKP Juwita, kejadian bermula dari cekcok mulut perebutan lahan parkir antara pelaku SP dan korban BD. Pelaku dan korban merupakan pekerja sambilan di pasar Samarinda sebagai juru parkir.

Kemudian sekira pukul 15.30 Wib pelaku menikam korban dikarenakan sakit hati lantaran korban mengambil lahan parkir yang saat itu sedang mereka jaga.

Selanjutnya, dari keterangan saksi maupun investigasi di lapangan, didapatkan informasi bahwa pada tanggal 20 Mei 2021 pelaku SH lari ke Medan menggunakan pesawat dari Batam.

“Kemudian tim mencari informasi di Medan Sumatera Utara dan didapatkan bahwa pelaku sedang berada di rumah sementara karena korban akan berencana mencari pekerjaan,” ucap AKP Juwita.

Pasar Samarinda Jodoh

Untuk barang bukti yang diamankan yakni 1 bilah badik milik pelaku, pakaian korban dan pelaku.

Sementara itu, Kapolsek Lubuk Baja, AKP Satria Nanda, SIK menambahkan, pelaku SP berhasil diamankan oleh tim Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan, SIK, MH, bersama Opsnal Lubuk Baja.

“Mendapatkan informasi tim langsung berangkat dari Batam menuju ke Medan dengan pengintaian sekitar 2 hari. Pada hari Rabu (16/6/2021) sekira pukul 04.15 Wib akhirnya pelaku berhasil kita amankan,” ucap AKP Satria.

Untuk motifnya karena sakit hati dan perebutan lahan parkir. Pelaku merasa dia yang berhak atas lahan parkirnya, sementara korban juga ingin menggunakan tempat lahan parkir tersebut.

Sebelumnya antara korban dan pelaku tidak saling kenal, karena perebutan lahan parkir maka terjadilah keributan yang berakhir penikaman.

“Untuk pelaku kita jerat Pasal 338 KUHP untuk ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.


Reporter : Yuyun
Editor : Fikri

  • Bagikan