RCI Kota Batam Minta Leasing Jangan Ada Penarikan Kendaraan Dimasa Pandemi

  • Bagikan

KUTIPAN.CO – Puluhan pengusaha rental mobil yang tergabung dalam Komunitas Rent Car Indonesia (RCI) Kota Batam kembali mengadu ke Komisi I DPRD Kota Batam, pasalnya dimasa pandemi Covid-19 pihak leasing melakukan penarikan kendaraan secara paksa.

Eri Okta selaku perwakilan DPC Komunitas RCI Kota Batam sekaligus Ketua Gabungan Komunitas Rental Batam mengatakan, di Rapat Dengar Pendapat (RDP) pertama yang digelar pada Selasa (22/6/2021) lalu bahwa kami dan dewan meminta jangan ada dulu penarikan dari pihak ketiga atau debt Collector.

“Namun, satu hari setelah RDP langsung terjadi penarikan. Disini kami sebagai debitur merasa dirugikan dan juga kami menyayangkan dari lembaga legislatif saja dikangkangi sama pihak leasing, apalagi kami,” ucap Eri, Jum’at (20/8/2021).

“Maka nya kami mengadukan kembali kepada Komisi I DPRD Kota Batam meminta RDP kedua, dan kami berharap di RDP ini mendapatkan solusi jangan sampai ada RDP ketiga,” sambung Eri.

Eri menambahkan, dalam RDP ini apa yang kita sampaikan sama dengan keluhan RDP pertama yakni masalah restrukturisasi. Berikanlah kami kelongaran pembayaran cicilan, jangan berikan kami benturan-benturan dari pihak ketiga.

“Berikanlah kami kelonggaran agar mempermudah kami dalam proses pembayaran angsuran, karena selama ini yang kami rasakan begitu ada tunggakan beberapa bulan, kami langsung didatangkan pihak ketiga,” ungkap Eri.

“Harapan kami agar Batam tetap kondusif, kami minta kepada Kepala Pimpinan Cabang yang ada di Kota Batam ini agar bisa membuka ruang untuk bernegosiasi mengedepankan dialog sesuai yang diharapkan dalam RDP tadi,” pungkas Eri.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal RCI Kota Batam Tony Hares Purba menambahkan, harapannya kepada seluruh leasing yang ada di Batam untuk mendengarkan arahan OJK apa yang kami sampaikan hari ini.

Karena aturan-aturan yang sudah dibuat OJK sudah banyak yang dikesampingkan dan OJK sendiri sudah membuat aturan agar tidak terlalu mengekang dan membebani, tetapi faktanya yang dilapangan hanya memindahkan kebelakang lebih besar.

Jadi, harapan kami adalah buka mata dan buka telinga, untuk leasing ikuti peraturannya bahwa relaksasi itu benar-benar dijalankan,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Utusan Sarumaha, SH mengatakan, hari ini kami apresiasi atas kehadiran kawan-kawan leasing beserta OJK. Tujuan RDP ini adalah mencari sebuah solusi dan mencari jalan keluar atas keluhan-keluhan yang dihadapi saat ini.

“Ada beberapa hal yang kami simpulkan dalam RDP ini yakni meminta leasing untuk membuat dialog kepada debitur atau konsumen agar mencapai kesepakatan restrukturisasi, karena saat ini Batam sendiri masuk level 3 dan tentunya gairah ekonomi masih jauh dari harapan,” ucap Utusan.

Selain itu, pihaknya juga meminta leasing sebagai kreditur untuk tidak melakukan penarikan secara paksa, namun mengedepankan dialog agar tidak terjadi gesekan-gesekan di lapangan.

“Meminta leasing untuk memberikan keringanan pembayaran kewajiban yang sudah jatuh tempo kepada debitur baik berupa denda atau lainnya supaya tidak memberatkan konsumen dalam hal pembayaran,” tegas Utusan.

Harapannya hasil RDP ini dapat dilaksanakan dan dipatuhi sebagaimana mestinya dan manakala ada miskomunikasi Komisi I DPRD Batam siap menjembatani setiap waktu sebagai tempat berdialog.

“Jika kedepan ada penarikan tentunya kita akan melihat apakah penarikan itu sudah sesuai dengan prosedur atau tidak, jika tidak tentu kami akan mendorong dan menyampaikan kepada pimpinan untuk mengeluarkan rekomendasi sebagai bentuk reaksi dari pada hal-hal yang terjadi di lapangan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

“Intinya kami akan meminta pimpinan menerbitkan sebuah rekomendasi supaya dalam waktu satu minggu ini digunakan secara maksimal untuk mencapai kesepakatan restrukturisasi atau bentuk-bentuk keringanan yang lain,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

  • Bagikan