
KUTIPAN – Guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan 2026, jajaran pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Dabo Singkep meningkatkan intensitas pengawasan di seluruh area Lapas.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), mengingat dinamika aktivitas warga binaan yang cenderung meningkat selama pelaksanaan ibadah puasa.
Kasubsi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Kelas III Dabo Singkep, Leo Candra, S.Sos, memimpin langsung kegiatan kontrol rutin secara menyeluruh pada Selasa (24/02/2026). Kontrol dilakukan mulai dari pengecekan fisik bangunan, blok hunian, hingga area steril.
Leo menjelaskan bahwa pengawasan difokuskan pada beberapa poin utama guna mencegah terjadinya gangguan keamanan.
Adapun poin utama pengawasan tersebut meliputi memastikan jeruji besi, gembok kamar hunian, serta pagar keliling dalam kondisi kokoh dan aman.
Selain itu, petugas juga memantau aktivitas warga binaan untuk mencegah potensi kerawanan yang kerap muncul pada jam-jam rawan, terutama menjelang waktu berbuka puasa dan malam hari.
Tak hanya itu, pengamanan juga difokuskan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam blok hunian.
Dalam upaya memperkuat sistem pengamanan, Lapas Kelas III Dabo Singkep turut menambah personel dengan melibatkan staf perbantuan jaga malam serta staf perbantuan jaga ibadah Salat Tarawih guna membantu tugas regu pengamanan.
“Kami tidak ingin lengah. Bulan Ramadan memiliki dinamika aktivitas yang berbeda, sehingga pengawasan harus lebih ekstra. Kontrol keliling ini adalah bentuk deteksi dini sesuai arahan pimpinan untuk menjaga Lapas tetap aman dan tertib,” ujar Leo Candra, S.Sos.
Ia menegaskan bahwa peningkatan pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen jajaran Lapas untuk menciptakan suasana yang aman dan tertib selama Ramadan.
Dengan pengawasan yang diperketat, diharapkan seluruh rangkaian ibadah Ramadan bagi warga binaan dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan tanpa hambatan.
Pihak Lapas juga memastikan seluruh prosedur pengamanan dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku, sehingga stabilitas keamanan tetap terjaga tanpa mengganggu hak warga binaan dalam menjalankan ibadah.
Langkah preventif ini sekaligus menjadi bentuk deteksi dini untuk mengantisipasi potensi gangguan yang bisa saja muncul selama bulan suci.(Dito)




