Puluhan Anak Panti Asuhan di Bengkong Dievakuasi Dinsos

  • Bagikan
Panti Asuhan di Bengkong

KUTIPAN.CO – Puluhan anak yang berada di yayasan panti asuhan CH di Bengkong, Kota Batam di evakuasi oleh Dinas Sosial Kota Batam.

Dari pantauan awak media di lokasi, terlihat beberapa petugas dari tim terpadu Pemerintah Kota Batam melakukan penjemputan terhadap puluhan anak-anak tersebut, serta sejumlah personel Polsek Bengkong hadir untuk melakukan pengamanan di lokasi tersebut.

Diketahui sebelumnya, yayasan tersebut tersandung kasus pencabulan yang mana anak pemilik yayasan diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya sebatas pengamanan.

“Kita berikan pengertian supaya mereka dari pihak Yayasan mengizinkan untuk dibawa anak-anak tersebut untuk dilakukan pemulihan dengan adanya permasalahan yang ada,” kata AKP Bob, Jumat (17/09/2021)

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal melalui Anggota KKP-PMP Leo Halawa mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Pemerintah Kota Batam sudah mengevakuasi anak-anak dari Yayasan tersebut, karena diduga ada unsur tindak pidana dugaan pelecehan seksual.

“Kita selaku pendamping adik-adik tersebut mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Batam atau tim terpadu yang tergabung telah mengamankan anak-anak dari Yayasan tersebut,” ucap Leo saat diwawancarai awak media, di Batam Center, pada Jum’at (17/9/2021).

Menurut Leo, saat evakuasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Batam sempat terjadi mis komunikasi dan pihaknya sangat menyayangkan hal itu.

“Sekali lagi kami menyayangkan sikap oknum yang terkesan menghalang halangi tindakan daripada persuasif yang dilakukan oleh tim terpadu. Dengan turunnya tim terpadu ke Yayasan CH sudah jelas bahwa ada unsur dugaan yang disalahgunakan oknum tertentu di dalam yayasan tersebut,” kata Leo.

Baca Juga : Oknum Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur

“Dengan turunnya tim terpadu dan mengevakuasi anak-anak itu, seharusnya berterimakasih kepada mereka bukan menghalang-halangi. KKP-PMP akan terus mendukung dan mengawal pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini,” ucap Leo.

“Sementara untuk kondisi keempat anak korban pencabulan saat ini sudah berada disuatu tempat yang aman dan sekarang mereka menjalani rehabilitas, kita jamin mereka sekolah seperti biasa,” pungkas Leo.

Diberitakan sebelumnya, Seorang oknum calon pendeta berinisial DS (27) sekaligus anak pemilik salah satu yayasan di Bengkong ditangkap polisi usai dilaporkan mencabuli empat orang anak dibawah umur.

Mirisnya, aksi yang dilakukan oleh pelaku DS diketahui sejak bertahun-tahun dan kali ini baru terungkap.

Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal melalui Anggota KKP-PMP Leo Halawa mengatakan, bahwa korban ada 4 orang anak dibawah umur, dimana dua orang diantaranya berusia 17 tahun dan dua nya lagi berusia 15 tahun serta 12 tahun.

Dijelaskan Leo Halawa, puncak kejadian tersebut pada tanggal 23 Agustus 2021 sekira pukul 03.00 WIB, pelaku masuk ke dalam kamar korban melalui jendela.

“Pelaku masuk ke kamar korban lewat jendela dan langsung memegang kemaluan korban hingga korban berteriak. Saat itu juga teman satu kamar terbangun langsung menghidupkan lampu, baru ketahuan bahwa pelakunya adalah oknum calon pendeta,” ucap Leo.

Tak hanya itu, menurut pengakuannya, korban sudah bertahun-tahun menerima dugaan pelecehan seksual atau pencabulan dari pelaku, namun baru terungkap,” ujar Leo Halawa saat diwawancarai awak media, Rabu (8/9/2021) malam

Setelah pihaknya mendapatkan informasi tersebut, Leo Halawa selaku pendamping diberikan mandat oleh Romo Paschal untuk mengurus kepentingan hukum para korban.

“Saat ini pelaku DS sudah diamankan. Kami sangat mengapresiasi kinerja Unit VI Satreskrim Polresta Barelang. Masa depan anak-anak ini perlu sekali dipertimbangkan,” tegas Leo.

Sementara itu, untuk ke empat korban yang masih dibawah umur saat ini sudah diamankan di salah satu tempat untuk menjalani masa pemulihan psikis.

“Kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Tentu, sangat kita sayangkan sekali pelaku merupakan pemuka agama,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan