Polsek Lubuk Baja Tangkap Pencuri Kabel Telkom di Simpang Martabak Har Nagoya

polsek lubuk baja

KUTIPAN.CO – Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja berhasil mengamankan pelaku pencurian kabel primer milik PT. Telkom Indonesia, di Pinggir Jalan Imam Bonjol depan Komplek Bumi Indah Blok I No. 08 Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, pada Selasa (7/9/2021) sekira pukul 17.00 Wib.

Harris Resort Batam

Kapolsek Lubuk Baja AKP Budi Hartono S.I.K., M.M mengungkapkan kejadian berawal pada Selasa (7/9/2021) sekira pukul 16.50 Wib pelapor P (56) selaku Asisten Manager Safety & Security mendapat telpon dari DS yang merupakan atasannya sebagai Manager Safety & Security bahwa telah terjadi pencurian kabel primer milik PT. Telkom Indonesia di Simpang Martabak Har.

“Mendengar informasi tersebut, pelapor segera turun ke TKP untuk memastikan hal tersebut. Sesampainya di TKP, ia melihat bahwa ada 4 potong kabel primer dengan panjang ± 8 meter sudah berhasil ditarik dari dalam parit trotoar ke permukaan,” ucap Budi, Rabu (8/9/2021).

Kemudian ia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Baja, selanjutnya tim Opsnal Reskrim Polsek Lubuk Baja yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja melakukan serangkaian tindakan penyelidikan guna mendapatkan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di TKP, adanya saksi serta barang bukti yang didapatkan. Selanjutnya Tim berhasil mengamankan tersangka inisial E (41) di sekitaran Komplek Bumi Indah Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Menurut keterangan tersangka E bahwa 2 pelaku lainnya berhasil melarikan diri sehingga Tim melakukan pengejaran terhadap diduga pelaku.

Selanjutnya terhadap tersangka beserta barang bukti yang didapatkan di bawa ke Polsek Lubuk Baja guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni 4 buah kabel dengan total panjang ± 8 meter, 1 buah gergaji besi, 1 buah kabel seling dengan panjang ± 2 meter dan 1 buah tali kain dengan panjang ± 10 meter.

“Total kerugian dari pihak Telkom sekitar Rp. 13 juta. Pelaku dijerat dengan pencurian dan pemberatan, Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Pemkab Karimun