Connect with us

Hukum Kriminal

Polsek Lubuk Baja Ringkus Residivis Curanmor

Published

on

Polsek Lubuk Baja
Pelaku H residivis Curanmor

KUTIPAN.CO – Tiga kali di penjara, seorang pria berinisial H kembali ditangkap polisi terkait kasus Curanmor. Kali ini pria berinisial H berusia 31 tahun itu ditangkap unit Reskrim Polsek Lubuk Baja pada Selasa (2/9/2021) sekira pukul 21.44 WIB di sekitaran Billiard Centre Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Kapolsek Lubuk Baja, AKP Budi Hartono mengungkapkan, kejadian berawal pada Kamis (5/8/2021) lalu, sekira pukul 04.00 WIB korban RA berusia 20 baru saja tiba di Pasar Tos 3000 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam untuk berjualan.

Sambung AKP Budi, lalu sekira pukul 06.00 WIB, korban pun selesai berjualan dan akan pulang kerumahnya. Sesampainya di parkiran, korban mendapati bahwa sepeda motornya telah hilang dan akhirnya korban pun membuat laporan ke Polsek Lubuk Baja.

Atas laporan itu,  tim Opsnal Reskrim Polsek Lubuk Baja langsung melakukan pencarian serta pengintaian terhadap pelaku. Labih jauh dijelaskan AKP Budi, penangkapan pertama berawal dari tersangka inisial S yang sebelumnya diamankan terkait dugaan penadahan terhadap sepeda motor milik korban.

Baca :  Polres Lingga Gelar Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

“Berdasarkan keterangan tersangka S bahwa sepeda motor tersebut didapatkan dari pelaku H sehingga tim langsung melakukan pencarian serta pengintaian terhadap pelaku,” ungkap AKP Budi Hartono, Senin (06/09/2021)

Selanjutnya, pada Selasa (2/9/2021) sekira pukul 21.44 WIB tim berhasil meringkus pelaku H (31) disekitaran Billiard Centre Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam dan langsung di bawa ke Polsek Lubuk Baja guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ditambahkan AKP Budi, barang bukti yang berhasil diamankan yakni 1 unit sepeda motor Honda Beat, 1 buah kunci sepeda motor dan 1 buah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) motor Honda Beat.

“Pelaku H merupakan residivis yang sudah 3 kali dipenjara, yang mana 2 kali tersandung kasus curanmor dan 1 kali kasus senjata tajam,” kata AKP Budi


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

Riau

KLHK Amankan 4 Orang Pelaku Perdagangan Kulit Harimau

Published

on

Perdagangan Kulit Harimau

KUTIPAN.CO – Tim Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan Polda Riau tangkap 4 orang pelaku pemburu dan pedagang kulit harimau sumatera.

Ke-empat orang pelaku tersebut ditangkap saat berada di areal SPBU Kupang, Jalan Raya Pekanbaru, Sei Pagar, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau pada Jumat (24/09/2021)

“Saya mengapresiasi Tim Operasi yang berhasil menggagalkan transaksi penjualan bagian satwa dilindungi ini. Harimau sumatera semakin menurun populasinya, salah satu karena perburuan liar oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Kami akan terus mencegah perburuan liar dan perdagangan bagian satwa dilindungi agar harimau sumatera bisa lestari,” kata Subhan, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (24/09/2021).

Lebih jauh diungkapkan Subhan, awal mula pengungkapan perdagangan kulit harimau tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang disampaikan melalui Call Center BKSDA Riau, selanjutnya Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera langsung melakukan operasi intelijen atas informasi tersebut.

Perdagangan Kulit Harimau

Selain empat orang pelaku juga turut diamankan barang bukti yang berhasil diamankan yakni, satu lembar kulit harimau utuh yang dibawa dari kabupaten Dharmasyara, Provinsi Sumatera Barat, satu unit mobil. 4 orang pelaku dan barang bukti tersebut dibawa ke Mapolda Riau untuk proses selanjutnya.

Baca :  Promo Beli 1 Gratis 1 Pembelian Rice Bowl di HARRIS Hotel Batam Center Bagi Pengguna Kartu Kredit BCA

Sementara itu, Sustyo Iriyono Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum KLHK mengungkapkan, saat ini Ditjen Gakkum telah membentuk Tim Intelijen dan Cyber Patrol untuk memetakan jaringan pedagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar untuk mencegah dan mengamankan sumber daya satwa dan tumbuhan dilindungi dari orang-orang yang mencari keuntungan secara ilegal.

“Saya sampaikan terima kasih kepada warga masyarakat yang peduli, yang menyampaikan informasi penting ini. Kejahatan ini tergolong kejahatan luar biasa, melibatkan jaringan pelaku berlapis” ujar Sustyo

Ke-empat pemburu satwa dilindungi itu akan dituntut telah melanggar Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Jo. Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjar paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.


Laporan : Fikri
Editor : Red

Continue Reading

Lingga

Ditjen Gakkum KLHK Hentikan Aktivitas Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep

Published

on

Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep
Alat berat dan sejumlah Dump Truck yang diamankan oleh Tim Ditjen Gakkum KLHK yang saat ini berada di kawasan Implasemen Eks PT Timah Dabo Singkep | Foto : Ist
Foto headline, KLHK, Lingga, Pulau Singkep, tambang ilegal Foto headline, KLHK, Lingga, Pulau Singkep, tambang ilegal

KUTIPAN.CO – Tim Gakkum Direktorat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemerintah Kabupaten Lingga hentikan aktivitas penambangan bauksit yang dilakukan oleh PT YBP yang berada di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Tim Gakkum yang turun langsung melakukan penghentian aktivitas tambang ilegal yang diduga dilakukan oleh PT YBP tersebut berlangsung pada Rabu (22/09/2021) kemarin, dengan mengamankan 2 alat berat, 8 dump truck dan menyegel areal stockpile serta alat pengolahan bijih bauksit.

Selain itu, Tim Gakkum KLHK juga mengamankan 2 orang pekerja dan 8 supir dump truck untuk dimintai keterangan dan memasang papan larangan di areal aktivitas pertambangan yang berada di kawasan hutan produksi terbatas Sungai Gelam, Sungai marok, Tanjung Sembilang, Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga.

“Melalui undang-undang cipta kerja, pemerintah mengedepankan restorative justice dalam menyelesaikan permasalahan penggunaan kawasan secara tidak prosedural untuk perkebunan maupun pertambangan. Namun demikian untuk kegiatan pertambangan atau perkebunan di dalam kawasan hutan tergolong tindak pidana dan akan kami proses secara hukum,” kata Rasio Ridho Sani, Dirjen Gakkum KLHK, melalui siaran pers yang diterima kutipan.co, Kamis (23/09/2021)

Lebih lanjut dijelaskan dia, pertambangan illegal merupakan kejahatan luar biasa yang menimbulkan dampak kerusakan lingkungan dan kerugian ekonomi sangat besar bagi negara untuk itu kata Ridho Sani, pelaku harus dihukum seberat-beratnya.

Sementara itu, Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Penangamanan Hutan Ditjen Gakkum KLHK mengungkapan, operasi tersebut diawali dari hasil pendataan dan analisis spasial penggunaan kawasan hutan yang tidak prosedural terutama di wilayah Kepulauan Riau.

“Melalui hasil pengecekan dilapangan diketahui adanya aktivitas tambang di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri LHK di Pulau Singkep. Untuk itu kami menindak dan menegakkan hukum. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Lingga dalam operasi ini,” kata Sustyo Iriyono

Baca :  Pura-pura Dicuri, Polsek Nongsa Ringkus Pelaku Penggelapan Ratusan Rokok

Dari pantauan media dilapangan, adapun barang bukti yang diamankan yang berada di kawasan implasemen eks PT Tima Dabo Singkep yakni 2 eskavator dan 8 dump truck.

Dalam siaran pers yang diterima, pelaku akan dijerat dengan tindak pidana kehutanan dalam perkara mengerjakan, menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah, yang diatur dalam Pasal 78 Ayat 12 Jo, Pasal 50 Ayat 3 Huruf a Undang-undang No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang diubah dengan Pasal 36 Angka 19 Pasal 78 Ayat 2 Jo pasal 36 Angka 17 Pasal 50 Ayat 2 Huruf a Undang-undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja Jo pasal 55Angka 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 7,5 miliar.

Selain itu pelaku dapat dikenakan sangkaan pasal 98 ayat 1 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 yang berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar.

Diketahui, dalam 6 tahun terakhir KLHK sudah menjalankan 1.665 operasi pemulihan dan penindakan pelanggaran kawasan hutan, ilegal logging serta peburuan dan perdagangan satwa liar dilindungi. KLHK juga sudah membawa kasus lingkungan hidup dan kehutanan ke pengadilan sebanyak 1.069 kasus baik kasus perdata maupun pidana.


Laporan : Pandi
Editor : Fikri

Continue Reading

Hukum Kriminal

Polisi Gagalkan Penyelundupan 107 Kg Sabu di Perairan Pulau Putri Nongsa

Published

on

Sabu di Perairan Pulau Putri Nongsa
Pengungkapan kasus narkotika yang berhasil diamankan di Perairan laut Pulau Putri Nongsa Kota Batam

KUTIPAN.CO – Tim gabungan Satresnarkoba Polresta Barelang bersama Bea dan Cukai Kanwil DJBC Khusus Kepri berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 107,258 Kg yang direncanakan akan diedarkan ke Kalimantan.

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dermawan mengatakan, pengungkapan kasus ini sudah cukup lama dimana pada hari Minggu (5/9/2021) sekira pukul 06.00 Wib para tersangka berhasil diamankan di Perairan laut Pulau Putri Nongsa Kota Batam.

“Kenapa baru sekarang dirilis, karena kita akan mencoba untuk mengungkap lebih besar dan dalam rangka memprofiling jaringan atau pengembangan kasus. Pada prinsipnya persoalan narkoba ini tidak dilakukan oleh perorangan dan selalu dilakukan oleh sindikat,” ucap Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dermawan, pada Senin (20/9/2021).

Jika dihitung dan diasumsikan 1 kg bisa dikonsumsi tiga sampai empat orang, ini bisa menyelamatkan sekitar 321.774 jiwa sampai 429.000 jiwa manusia.

“Makanya kita konsen, persoalan narkoba ini tidak ada alasan apapun hanya satu kata “Berantas”. Narkoba akan menghilangkan generasi kita kedepan,” tegas Brigjen Pol Dermawan.

“Kalau kita hitung dengan asumsi harga dipasaran ini bisa mencapai Rp. 128 Miliar yang mereka hasilkan, namun mereka tidak pernah berfikir ini bisa merugikan masyarakat Indonesia. Jadi kita akan koordinasi kepada pihak Jaksa dan Pengadilan untuk dituntut secara maksimal sesuai Undang-Undang,” tambahnya.

Kelima tersangka rata-rata berpendidikan D3 dengan inisial RH (26) asal Jakarta, AJA (23) asal Jawa Timur, EAH (26) asal Bitung Sulawesi Utara, ROS (26) asal Batam, H (33) asal Jawa Barat dan 1 lagi JT masih DPO.

Ditambahkannya, kami akan berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan agar mereka dituntut maksimal. Kita tidak boleh main-main dengan Narkoba ini.

Baca :  Polres Lingga Gelar Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Adapun barang bukti yang disita yakni 1 unit kapal high speed warna putih, 6 buah tas ransel besar berisi kemasan teh China merk Guanyingwang berisi sabu dengan jumlah 104 bungkus dengan berat 107,258 Kg.

“Untuk modusnya mereka diperintahkan untuk mengambil barang dari Malaysia yang rencananya akan dikirim ke Kalimantan. Namun, tim gabungan melakukan pendalaman sehingga ditemukan fakta-fakta yuridis dan berhasil diamankan pada 5 September 2021,” tambah Brigjen Pol Dermawan.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Junto Pasal 112 Ayat 2, Junto Pasal 115 Ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 Tahun paling lama 20 Tahun, seumur hidup atau hukuman mati.

Ditempat yang sama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) Akhmad Rofiq menambahkan, ini merupakan sinergi bersama dan merupakan tangkapan terbesar di tahun 2021 ini.

“Mudah-mudahan kita bisa melakukan penindakan lebih lanjut karena kegiatan narkoba ini masih belum tuntas,” ucapnya.

Dijelaskan Akhmad Rofiq, proses ini tidak ujug-ujug seketika, prosesnya cukup panjang, perlu analisa bersama kemudian penindakan butuh waktu 1 hingga 2 minggu.

“Pada saat pemeriksaan tim menggerakkan sebanyak 8 kapal patroli dari DJBC Kepri, 1 kapal patroli berjenis 28 Meter dan 5 unit speedboat. Dari BC Batam 1 kapal patroli dan dari Tanjung Pinang 1 kapal patroli,” jelasnya.

Harapannya, kami mohon adanya kerjasama lanjutan karena ini tidak dapat kita lakukan sendiri untuk mencegah masuknya narkotika ini, butuh kerjasama antara aparat penegak hukum dan masyarakat harus bersinergi untuk menanggulangi masuknya barang-barang terlarang supaya generasi kita terhindar dari barang berbahaya ini.


Report : Yuyun
Editor : Fikri

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Benan Island Resort Benan Island Resort
wisata10 jam ago

Soft Opening Benan Island Resort, Ketua DPRD Lingga Dorong Sektor Wisata Ditengah Pendemi

KUTIPAN.CO – Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Ahmad Nashiruddin apresiasi dan dukung pelaku usaha di sektor pariwisata untuk tumbuh maju dan...

Perdagangan Kulit Harimau Perdagangan Kulit Harimau
Riau11 jam ago

KLHK Amankan 4 Orang Pelaku Perdagangan Kulit Harimau

KUTIPAN.CO – Tim Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau...

Danrem 033/WP Danrem 033/WP
Kepri12 jam ago

Danrem 033/WP Terima Penghargaan Gubernur Kepri

KUTIPAN.CO – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berikan penghargaan kepada Danrem 033/Wira Pratama, penghargaan itu diberikan Guberbur Kepri atas dukungan percepatan...

Timpora Imigrasi Dabo Singkep Timpora Imigrasi Dabo Singkep
Lingga1 hari ago

Opgab Timpora Imigrasi Dabo Singkep Sidak Orang Asing di Wilayah Pesisir Lingga

KUTIPAN.CO – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep lakukan Operasi Gabungan (Opgab) Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing) di...

Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep
Lingga1 hari ago

Ditjen Gakkum KLHK Hentikan Aktivitas Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep

KUTIPAN.CO – Tim Gakkum Direktorat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemerintah Kabupaten Lingga hentikan aktivitas penambangan bauksit...

HARRIS Hotels Batam HARRIS Hotels Batam
Batam1 hari ago

Selesai Vaksin Kedua, Karyawan HARRIS Hotels Batam Siap Melayani Tamu

KUTIPAN.CO – Dalam rangka mengikuti program pemerintah yaitu vaksin covid-19 dan pencegahan penyebaran virus covid-19, HARRIS Hotels Batam yang terdiri...

Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa
Batam1 hari ago

Polresta Barelang Tangkap 7 Pelaku Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa

KUTIPAN.CO – Satreskrim Polresta Barelang mengamankan tujuh pelaku penambangan pasir ilegal (Illegal Mining) yang tidak memiliki izin, di Kampung Teluk...

Vaksinasi Mobil Gurindam Vaksinasi Mobil Gurindam
Karimun2 hari ago

Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem 033/WP Serbu Desa Binaan di Karimun

KUTIPAN.CO – Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk percepatan vaksinasi di daerah, Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem 033/WP, Babinsa...

Populer Sepekan

Opgab Timpora Imigrasi Dabo Singkep Sidak di Wilayah Pesisir Ditjen Gakkum KLHK Hentikan Aktivitas Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa Ditangkap Polresta Barelang Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem Serbu Desa Binaan di Karimun Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12