Polsek Batam Kota Lakukan Penyelidikan Penyidikan Aduan Pencurian Mobil Alphard

  • Bagikan

KUTIPAN.CO – Dugaan adanya tindak pidana pencurian mobil di Perumahan The Central Sukajadi Green House yang terjadi pada Kamis (16/12/2021) sekira pukul 03.00 Wib, Polsek Batam Kota telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dan mendatangi TKP.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Batam Kota, AKP Nidya Astuty W, SIK didampingi Wakasat Reskrim, AKP Efendi, SH dan Kasi Humas Iptu Tigor Sidabariba, SH, bertempat di Satreskrim Polresta Barelang, pada Jumat (17/12/2021).

Kapolsek Batam Kota AKP Nidya Astuty W, SIK mengatakan, Polsek Batam Kota saat ini sudah menerima laporan pengaduan dari Lewi Ginting SH yang merupakan kuasa oleh Andi Kusuma untuk membuat laporan aduan di Polsek Batam Kota.

“Dari laporan aduan tersebut adanya dugaan mobil Alphard BP 369 VK atas nama PT Tanjung pantun sesuai STNK dinyatakan hilang di halaman rumah Andi Kusuma tepatnya di Perumahan The Central Sukajadi Green House Kota Batam,” ucap Nidya.

Lanjutnya, setelah diterima laporan aduan tersebut, Polsek Batam Kota sudah melakukan langkah-langkah menyelidikan termasuk mendatangi TKP dan memeriksa 3 orang saksi yakni Lewi Ginting, Security serta ketua RT dari Green Central Sukajadi.

Kemudian penyidik meminta asli bukti kepemilikan mobil tersebut guna menentukan siapa yang menjadi pemilik sesuai dengan STNK dan BPKB.

Namun, saat melapor ia hanya membawa fotocopy STNK saja atas nama PT. Tanjung Pantun, 1 lembar fotokopi kwitansi pembayaran mobil atas nama Andi Kusuma kepada PT Nusa Jaya Mobilindo dan 1 lembar fotokopi faktur kendaraan bermotor PT ganda Nusantara atas nama Andi Kusuma.

Sehingga penyidik membutuhkan bukti-bukti yang asli seperti STNK, BPKB, dan dokumen lainya yang mendukung tentang bukti hak kepemilikan.

Pelapor sendiri mengakui bahwa bukti kepemilikan masih minim, karena dari STNK atas nama PT. Tanjung Pantun bukan atas nama Andi Kusuma

“Jadi sambil menunggu bukti-bukti kepemilikan, Polsek Batam saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap orang yang mengambil mobil Alphard tersebut. Kebetulan baru tadi malam kami menerima pengaduan pelapor,” ujarnya.

Ditambahkan Nidya, sampai saat ini situasi Kamtibmas di Kota Batam di bawah kepemimpinan Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SH, SIK, MH semuanya masih terjaga.

“Siapapun yang memberikan laporan kita layani dan tidak membeda bedakan, karena dalam menerima laporan harus memenuhi ketentuan SOP yang ada,” ujar Nidya.

“Termasuk laporan dari masyarakat tentang adanya gangguan kamtibmas di wilayah Kota Batam dalam waktu sesingkat-singkatnya Polresta Barelang atau pun Polsek akan segera menuju ke lokasi untuk menciptakan Kamtibmas agar tetap kondusif,” tutup Nidya.

Sementara itu, Wakasat Reskrim AKP Efendi, SH mengatakan terkait pengaduan tersebut ada kaitannya dengan LP yang dilaporkan Andi Kusuma di Polresta Barelang dimana pada tanggal 22 November 2019 yang dilaporkan adalah dugaan tindak pidana penggelapan.

Dijelaskan Efendi, sebelumnya pemilik PT. Tanjung Pantun Tarman ada kerjasama dengan Andi Kusuma. Dimana Tarman membelikan 1 unit mobil dengan uang pribadinya, namun menurut pendapat Andi Kusuma berbeda, mobil tersebut merupakan uang miliknya sendiri.

Ditengah perjalanan, kerjasama antara Tarman dan Andi Kusuma terputus sehingga Tarman meminta mobilnya untuk dikembalikan, namun Andi Kusuma tidak mau menyerahkan dengan menyatakan bahwa DP mobil tersebut merupakan uang miliknya.

“Untuk angsuran mobil tersebut diangsur lunas oleh Tarman. Kemudian penyidik Polresta Barelang melakukan pemeriksaan terhadap ahli pidana yang menyatakan para pihak harus membuktikan hak kepemilikan dari mobil tersebut. Masing- masing pihak masih mengklaim mobil tersebut milik para kedua pihak,” pungkasnya.

  • Bagikan