Polisi Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Dana Hibah di Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri

WhatsApp Image at

Ditreskrimus Polda Kepri berhasil ungkap kasus korupsi pada kegiatan belanja hibah bidang kepemudaan dan olahraga pada DPA-PPKD Pemerintah Provinsi Kepri yang menggunakan dana APBD dan APBD Perubahan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2020 dengan nilai kerugian keuangan Negara Sebesar RP 6,2 miliar.

Harris Resort Batam

″Terdapat enam Laporan Polisi dan enam orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka dengan inisial TR alias WH, 44 tahun, laki-laki, pekerjaan PNS di Provinsi Kepri, inisial MN alias USN alias UCN alias TTR usia 39 tahun, laki-laki, pekerjaan wiraswasta, inisial SPN alias AR usia 35 tahun laki-laki pekerjaan tukang ojek, inisial AAS usia 27 tahun, laki-laki wiraswasta, inisial MIF alias FLS usia 33 tahun laki-laki, wiraswasta,” ungkap Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar, Senin (11/04/2022).

Dijelaskan AKBP Surya, para tersangka ini mempunyai peran masing-masing, kronologisnya berawal dari adanya informasi masyarakat, selanjutnya pada tanggal 20 Desember 2020 Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri mulai melaksanakan penyelidikan atas Informasi dimaksud dengan melakukan permintaan keterangan kepada sejumlah orang terdiri dari pihak Pemerintah Provinsi Kepri, pihak penerima hibah, pihak notaris dan pihak pemilik atau pegawai tempat dilaksanakanya kegiatan hibah.

″Pada tanggal 3 Januari 2022 telah dimulainya proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan belanja hibah bidang kepemudaan dan olahraga pada DPA-PPKD pemerintah Provinsi Kepri yang menggunakan dana APBD dan APBD Perubahan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2020,” ungkap AKBP Surya

Lebih jauh diungkan AKBP Surya, dari hasil penyidikan ditemukan perbuatan melawan hukum dan didukung dengan minimal dua alat bukti yang sah serta telah adanya hasil audit kerugian keuangan negara oleh tim audit dari kantor perwakilan BPKP Provinsi Kepri sebaimana laporan hasil audit kerugian keuangan negara nomor : SR – 141 /PW28/5/2022, tanggal 4 April 2022 dengan nilai kerugian keuangan negara total Loss atau sebesar Rp 6.215.000.000.

″Dalam penyidikan perkara ini, penyidik melakukan serangkaian tindakan penyidikan berupa melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 77 orang saksi, melakukan penyitaan terhadap barang bukti terkait perkara berupa uang sebesar Rp 233.650.000,- yang telah disita dari penerima hibah serta sejumlah dokumen-dokumen terkait,” katanya

Ditambahkan AKBP Surya, Ditreskrimsus juga berkoordinasi dengan para ahli, salah satunya dengan tim auditor dari perwakilan BPKP Provinsi Kepri dalam hal melakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara terkait perkara dimaksud.

″Secara Global bahwa perkara ini, adalah perkara korupsi dana hibah dan yang kami sidik ini sebenarnya ada sekitar 20 milyar, namun dalam penyidikan nya kami bagi menjadi empat cluster dan ungkap kasus hari ini merupakan Cluster pertama yaitu yang ada di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri dengan kerugian Negara sebesar Rp 6.215.000.000,-. Dengan tersangka enam orang dan tersangka utama nya berinisial TR alias WH, Pegawai Negeri Sipil di Pemprov Kepri dan dibantu oleh lima orang lainnya yang telah disampaikan tadi,” ungkap AKBP Surya

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Atau Pasal 3 UURI no. 20 Tahun 2001 Perubahan Atas UURI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 K.U.H.Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 milyar.