Polisi Ringkus Dua Pengurus PMI Ilegal Yang Menewaskan 21 Orang Dalam Kecelakaan Kapal di Malaysia

  • Bagikan

KUTIPAN.CO – Tim gabungan Dit Reskrimum Polda Kepri dan Polres Bintan berhasil mengamankan dua orang penampung atau pengurus Pekerja Migran Indonesia (PMI) inisial JI dan AS.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si, mengatakan, kedua pelaku ini melakukan pengurusan pengiriman PMI ilegal yang mengalami kecelakaan kapal di Johor Bahru, Malaysia beberapa waktu yang lalu.

“Dimana dalam kecelakaan kapal tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 21 orang dan 25 orang masih dalam pencarian,” ujar Kombes Pol Harry, di Mapolda Kepri, pada Senin (27/12/2021).

Dijelaskannya, kejadian berawal pada Rabu (15/12/2021) Ditreskrimum Polda Kepri mendapatkan informasi dari atase kepolisian Republik Indonesia di Johor Bahru, Malaysia bahwa telah terjadi kecelakaan kapal pengangkut PMI Ilegal melalui wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Dari informasi tersebut jajaran tim gabungan melakukan penyelidikan sehingga pada Jumat (24/12/2021) tim ditreskrimum polda kepri berhasil mengamankan dua orang yang diduga kuat sebagai penampung PMI Ilegal.

Kedua pelaku berinisial JI dan AS diduga kuat sebagai penampung PMI Ilegal berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi.

“Pelaku JI berhasil diamankan dirumahnya yang berada di Wilayah Kavling Harapan Jaya, Bengkong Sadai, Kota Batam dan AS diamankan di perumahan Cendana, Batam Center, Kota Batam,” jelas Kombes Pol Harry.

Dari pelaku JI berhasil diamankan barang bukti 5 lembar tiket pesawat Lion Air rute Jakarta-Batam,1 unit Handphone yang dijadikan sebagai alat komunikasi, buku rekening Bank BRI atas nama tersangka dan satu unit sepeda motor yang digunakan menjemput PMI di Bandara Hang Nadim, Kota Batam.

Sedangkan dari pelaku AS diamankan barang bukti 1 unit Handphone, 1 buku rekening atas nama SH yaitu istri tersangka, ATM atas nama SH, 1 unit mobil Toyota corona warna Gold.

Ditambahkan Harry, tidak berhenti sampai disini saja, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi.

“Dari perkara ini penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap 7 unit Speed Boat Fiber yang digunakan untuk pengiriman PMI Ilegal, dan juga 1 unit kapal kayu yang digunakan untuk penampungan sementara PMI Ilegal,” jelasnya.

“Terhadap kedua pelaku dikenakan Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan PMI dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 15 Miliar,” tutup Kombes Pol Harry.

PMI Ilegal

Ditempat yang sama, Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes. Pol. Jefri Ronald Parulian Siagian, S.I.K., M.Si menambahkan, sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa kasus ini terjadi di daerah Malaysia dan berangkat dari informasi tersebut kami melakukan penyelidikan dilapangan dan melakukan koordinasi juga dengan pihak-pihak terkait.

“Kedua tersangka ini adalah yang menjadi perantara yang berada di Kota Batam sebagai pengumpul atau penerima PMI. Mereka ini tidak bekerja sendiri, ini merupakan sindikat dan ada bagian lainnya,” ucap Kombes Pol Jefri.

Lanjutnya, untuk sementara ini baru dua yang kita dapatkan namun untuk yang lainnya masih terus kita kembangkan dan semoga saja kita bisa mengungkapnya.

″Kami dari gabungan satgas misi kemanusian ini akan terus melakukan pengembangan terhadap perkara ini dan pihak-pihak yang terlibat tentunya akan kita tarik dan di proses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas pengiriman PMI secara Ilegal,” pungkasnya.

  • Bagikan